Aksi Heroik Paman Terjang Api Selamatkan Balita Arya di Kebakaran Sukabumi

Aksi Heroik Paman Terjang Api Selamatkan Balita Arya di Kebakaran Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Sabtu, 04 Jul 2026 15:31 WIB
Kemal menggendong erat balita Arya yang lolos dari kebakaran
Kemal menggendong erat balita Arya yang lolos dari kebakaran (Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar).
Sukabumi -

Tragedi kebakaran rumah yang menewaskan Eni (34) di Kampung Cibodas, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, menyisakan kisah pilu sekaligus keajaiban.

Anak dari korban meninggal dunia, Muhammad Arya yang baru berusia 3,5 tahun, berhasil selamat dari maut berkat aksi heroik kerabatnya.

Di ruang perawatan, pemandangan menyayat hati terlihat jelas. Tangan mungil balita yang kepalanya sudah dibalut perban itu tampak menggenggam erat kaus sang paman, seolah ketakutan dan enggan dilepaskan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sesekali, balita tersebut merengek menahan perih merasakan sakit akibat insiden mematikan itu.

Sosok pahlawan penyelamat nyawa Arya adalah Kemal (41), paman sekaligus sepupu (adik misan) dari mendiang Eni. Kemal menuturkan bahwa saat si jago merah mulai mengamuk, Arya tengah tertidur di ruang tengah.

ADVERTISEMENT

"Anaknya lagi tidur di temenin sama bibinya yang lagi sakit juga. Pas saya dengar ada saudara yang teriak kebakaran, saya langsung lari dan masuk sengaja ke dalam buat nyelamatin anak ini," tutur Kemal menceritakan BeritaKlik-BeritaKlik saat melakukan penyelamatan kepada detikJabar di ruang IGD RSUD Palabuhanratu, Sabtu (4/7/2026).

Menurut penuturan Kemal, bangunan tempat tinggal mereka merupakan rumah panggung. Api yang berasal dari kompor dapur dengan cepat membesar usai menyambar bensin eceran yang berjarak sekitar dua meter.

Angin yang berputar kencang membuat kobaran api langsung menutup akses di bagian depan.

Dalam kondisi panik, Eni diduga berusaha memadamkan api seorang diri agar tidak menjalar ke ruangan tempat anak dan kerabatnya berada.

"Ibunya nggak lari. Dia sekuat mungkin mau madamin api itu. Cuman karena api lagi besar, karena sesak napas, mungkin dia pingsan. Akhirnya terbakar, tidak tertolong," lirih Kemal mengenang kerabatnya tersebut.

Beruntung, di tengah kobaran api yang kian membesar, Kemal dibantu seorang rekannya berhasil mengevakuasi Arya beserta sang bibi yang sedang sakit dari ruang tengah. Kemal menyebut, di saat tragedi nahas ini terjadi, suami korban (ayah Arya) sedang tidak berada di lokasi karena tengah bekerja di Manado.

Kini, di usianya yang masih sangat belia, Arya harus menjadi piatu. Dekapan erat dan usapan lembut dari sang paman menjadi satu-satunya penawar di tengah rasa sakit dan trauma kehilangan sang ibunda tercinta.

Terpisah, Humas RSUD Palabuhanratu, Billy Agustian, mengonfirmasi bahwa korban selamat saat ini tengah mendapatkan penanganan intensif dari pihak rumah sakit. Ia menyebut balita laki-laki tersebut menderita luka bakar yang cukup luas akibat sambaran api.

"Pasien anak berjenis kelamin laki-laki umur 4 tahun mengalami combustio atau luka bakar kurang lebih 40 persen," kata Billy saat dimintai konfirmasi.

Meski mengalami luka bakar yang cukup serius di sekujur tubuhnya, Billy memastikan kondisi Arya saat ini terpantau stabil. Pihak rumah sakit terus melakukan observasi untuk memastikan proses pemulihannya berjalan optimal.

"Kondisi keadaan umum pasien baik, namun saat ini masih dalam pengawasan ketat tim medis kami," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Penambang Meksiko Berhasil Diselamatkan Usai Terjebak 13 Hari "
[Gambas:Video 20detik]
(sya/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads