Didatangi KDM, Jembatan Rp 5 M yang Ditutup Kades Akhirnya Dibuka

Didatangi KDM, Jembatan Rp 5 M yang Ditutup Kades Akhirnya Dibuka

Dadang Hermansyah - detikJabar
Minggu, 05 Jul 2026 10:08 WIB
Jembatan Sukamenak penghubung Ciamis-Tasikmalaya seharga Rp 5 miliar yang kembali dibuka
Jembatan Sukamenak penghubung Ciamis-Tasikmalaya seharga Rp 5 miliar yang kembali dibuka (Foto: Dadang Hermansyah/detikJabar)
Ciamis -

Jembatan Gantung Sukamenak yang menghubungkan Desa Wanasigra, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, dengan Kelurahan Sukamenak, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, akhirnya kembali dibuka. Jembatan yang sempat ditutup Kepala Desa Wanasigra itu kini sudah bisa dilalui warga.

Jembatan tersebut sebelumnya ramai diperbincangkan setelah aksesnya ditutup menggunakan rumpun bambu. Penutupan dilakukan oleh Kepala Desa Wanasigra, Yudi Wahyudi, sebagai bentuk protes terkait persoalan akses jalan dan lahan di sekitar jembatan.

Pada Sabtu (4/7/2026), Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun langsung ke lokasi. Dalam kunjungan itu, Dedi sekaligus membuka kembali akses jembatan yang sebelumnya ditutup.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pantauan di lokasi pada Minggu (5/7/2026), bambu yang semula menutup bibir jembatan sudah tidak terlihat lagi. Jembatan gantung itu pun kembali bisa digunakan warga untuk melintas. Sejumlah warga tampak mendatangi lokasi, ada yang sekadar melihat kondisi jembatan, jogging, hingga berfoto di sekitar area tersebut.

Kepala Desa Wanasigra Yudi Wahyudi membenarkan jembatan yang sempat ia tutup kini telah dibuka kembali oleh Gubernur Jawa Barat.

ADVERTISEMENT

"Betul, kemarin Pak Dedi Mulyadi datang langsung ke lokasi dan jembatannya dibuka," ujar Yudi.

Yudi mengatakan, dalam pertemuan di lokasi, ia sempat menjelaskan alasan penutupan jembatan kepada Dedi Mulyadi. Menurutnya, penutupan itu dilakukan karena ada persoalan yang belum tuntas terkait akses menuju jembatan.

"Tadi kami sempat menjelaskan kenapa jembatan itu ditutup. Pak Dedi meminta dari pihak desa untuk membuka dulu aksesnya. Nanti persoalan ini rencananya akan dimediasi oleh Pak Dedi antara pihak Tasikmalaya dan pihak Wanasigra," katanya.

Dengan dibukanya kembali jembatan tersebut, akses masyarakat kini sudah kembali normal. Warga dari dua wilayah yang sebelumnya terdampak penutupan kini bisa kembali melintas menggunakan jembatan gantung tersebut.

"Sudah bisa dilalui lagi," ucap Yudi.

Meski demikian, Yudi menegaskan persoalan yang menjadi latar belakang penutupan jembatan belum sepenuhnya selesai. Pihak desa, kata dia, masih menunggu tindak lanjut dan arahan dari Gubernur Jawa Barat terkait rencana mediasi tersebut.

"Untuk sementara kami menunggu hasil mediasi nanti seperti apa. Kami menunggu arahan dari Pak Dedi Mulyadi untuk mempertemukan pihak-pihak yang berkaitan dengan persoalan ini," jelasnya.

Yudi berharap, setelah jembatan kembali dibuka, persoalan yang selama ini memicu polemik bisa diselesaikan dengan baik. Ia ingin ada jalan keluar yang adil bagi semua pihak, terutama warga yang selama ini memanfaatkan jembatan sebagai akses penghubung antarwilayah.

"Harapan kami tentu semuanya bisa baik-baik saja. Mudah-mudahan ada solusi terbaik setelah dimediasi nanti," pungkasnya.

Dedi Mulyadi Tinjau Jembatan Gantung Penghubung Ciamis-Tasikmalaya yang Ditutup Kepala Desa

Aksi Kepala Desa Wanasigra yang menutup Jembatan Gantung Sukamenak Penghubung Ciamis-Tasikmalaya mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pada Sabtu (4/7/2026), Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendatangi jembatan tersebut.

Dalam video yang diunggah di akun pribadinya, Dedi Mulyadi melihat langsung kondisi jembatan yang ditutup menggunakan rumpun bambu. Dedi Mulyadi juga bertemu salah seorang warga bernama Maman Suherman (70) di lokasi. Di video juga terlihat rumpun bambu yang menutup bibir jembatan sudah tidak terlihat lagi.

"Ya ini kita di Jembatan Gantung Wanasigra yang kemarin ditutup karena ada ketidaksepahaman," ujar Dedi Mulyadi dalam videonya.

Jembatan Sukamenak penghubung Ciamis-Tasikmalaya seharga Rp 5 miliar yang kembali dibukaJembatan Sukamenak penghubung Ciamis-Tasikmalaya seharga Rp 5 miliar yang kembali dibuka Foto: Dadang Hermansyah/detikJabar

Dedi menjelaskan alasan penutupan jembatan itu, menurut Kepala Desa (Kuwu) Wanasigra, akses jalan untuk jembatan itu tanpa ada penggantian pembahasan lahan. Warga Ciamis menghibahkan tanah untuk akses jalan dan jembatan. Termasuk salah satu warga yang menghibahkan adalah Maman Suherman. Namun dari Pemerintah Kota Tasikmalaya melaksanakan lahan.

"Kalau Kuwu Wanasigra dulu tanpa pembebasan. Artinya rakyat ikhlas menghibahkan tanah untuk jembatan. Termasuk aki. Nah ternyata di Pemkot Tasik dibebaskan. Dibiayai oleh Pemkot Tasikmalaya. Akhirnya merasa dulu katanya mau ikhlas, sekarang dibebaskan, dibiayai, dibayar," jelasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Dedi Mulyadi berjanji untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Dedi akan mengundang semua pihak, mulai dari Pemkot Tasikmalaya, Lurah Sukamenak, termasuk Kepala Desa Wanasigra.

"Sudah, nanti akan kita undang Pemkot Tasik, kita undang Kepala Desa Sukamenak, kita undang bareng dengan Kuwu Wanasigra," ucapnya.

Dedi Mulyadi pun menegaskan akan membangun akses jalan jembatan yang menuju Sukamenak.

"Nanti sebentar lagi juga akan saya bangun, jalan yang menuju Sukamenak. Panjangnya kurang lebih 400 meter. Nilainya murah lebih Rp1,5 miliar, dicor," jelasnya.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads