Kopdes di Bandung Barat Juga Ada di Dekat Perkebunan Karet

Kopdes di Bandung Barat Juga Ada di Dekat Perkebunan Karet

Whisnu Pradana - detikJabar
Senin, 06 Jul 2026 17:57 WIB
Lokasi Kopdes Merah Putih di Atas Gunungmasigit.
Lokasi Kopdes Merah Putih di Atas Gunungmasigit. (Foto: Whisnu Pradana/detikJabar)
Bandung Barat -

Pemerintah pusat melalui Kementerian Koperasi dan PT Agrinas sedang membangun sekitar 80 ribu Koperasi Merah Putih di semua daerah, termasuk di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Lokasi bangunan KMP atau Koperasi Desa (Kopdes) di Bandung Barat belakangan sedang jadi sorotan. Salah satunya Kopdes di Desa Gunungmasigit, Kecamatan Cipatat, yang berdiri di kawasan objek wisata Stone Garden dan Indiana Camp, bagian dari Karst Citatah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lokasinya agak menjorok ke dalam dan tak terlalu mudah diakses. Jalannya berbatu, sekitar 500 meter dari jalan raya dan 100 meter dari permukiman terdekat. Lokasi bangunan Kopdes itu sempat viral karena berada di tengah gunung.

Ternyata, titik Kopdes lain di Bandung Barat juga tak semuanya mudah diakses. Seperti Kopdes di Desa Cirawamekar, Kecamatan Cipatat, yang kabarnya dibangun di dekat perkebunan karet. Lalu Kopdes Desa Cipatat yang dibangun tak jauh dari galian pasir.

ADVERTISEMENT

"Kalau Cipatat berada di tepi jalan, meskipun dekat area galian pasir. Lalu yang Cirawamekar berada di dekat perkebunan karet, Desa Nyalindung juga lokasinya berada di dalam. Memang masing-masing punya lokasi sendiri, sesuai ketersediaan lahannya," kata Camat Cipatat, Herman Permadi, saat dikonfirmasi, Senin (6/7/2026).

Herman mengatakan bangunan kopdes harus berdiri di atas lahan kas desa atau tanah carik. Hal itulah yang membuat lokasi bangunan kopdes tak semuanya berada di tepi jalan, mengingat ketersediaan lahan seluas 1.000 meter persegi sebagai syarat utama pembangunan cukup sulit didapat.

"Kami mencari lokasi yang memenuhi syarat, minimal luasnya 1.000 meter persegi, lalu melaporkannya. Setelah itu yang menilai kelayakan lokasi adalah PT. Agrinas, dan itu harus tanah kas desa," kata Herman.

Di Kecamatan Cipatat, direncanakan akan dibangun 12 kopdes. Namun kenyataannya, baru lima desa yang memiliki tanah carik untuk bangunan kopdes. Sisanya masih kebingungan mencari tanah carik desa.

"Kami memiliki 12 desa, rencananya setiap desa ada satu kopdes jadi total 12. Namun yang lahannya sudah tersedia baru Gunung Masigit, Kertajaya, Cipatat, Cirawamekar, dan Nyalindung, jadi baru lima desa. Yang lain masih terkendala karena tidak memiliki tanah kas desa. Misalnya Rajamandala sudah tidak punya tanah kas desa, begitu juga Mandalamukti. Jadi kami masih kebingungan mencari lahannya," kata Herman.

Sementara itu, Kepala Desa Gunungmasigit, Tarkopa, menyatakan viralnya lokasi Koperasi Merah Putih di media sosial tak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Namun ia membenarkan bangunan itu berdiri di atas tanah carik desa.

"Posisinya di atas gunung, sebenarnya tidak. Tapi di bawah Gunung Masigit bahkan itu di lapang, di lapang parkir Stone Garden. Dan juga pembangunan itu tidak mengganggu lapang parkir karena memang diatur lah jangan sampai posisinya ada di tengah-tengah," kata Tarkopa saat ditemui.

Penentuan titik pembangunan KMP Gunungmasigit di kawasan Stone Garden diawali dengan pemberian rekomendasi beberapa titik ke PT Agrinas Pangan Nusantara sebagai kepanjangan tangan pemerintah dalam pelaksanaan program Koperasi Merah Putih.

"Saya tunjukkan ada beberapa titik carik desa. Di antaranya Stone Garden, yaitu di RW 9 Girimulya, kedua carik desa di RW 16 di Liung Gunung, yang ketiga di Cigintung di RW 21, yang keempat di RW 19 di RW Cihalimun, dan yang kelima itu ada di Cicalada," kata Tarkopa.

(orb/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads