Pemkot Bandung sedang membidik rencana pembongkaran sejumlah bangunan liar. Rencana ini ditargetkan untuk mengurangi potensi banjir yang bisa terjadi di beberapa wilayah.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkapkan, meski saat ini sudah masuk musim kemarau, potensi banjir bisa terjadi kapan saja. Sebab berdasarkan laporan yang ia terima dari BMKG, wilayah Kota Bandung diprediksi bakal bisa tiba-tiba diguyur hujan yang begitu deras.
"Jadi hal yang sangat mengkhawatirkan adalah, saya rapat dengan BMKG. BMKG berkesimpulan bahwa Kota Bandung di masa kemarau yang anomali ini, kemungkinan terjadi peningkatan hujan yang tiba-tiba tinggi itu rendah," katanya, Selasa (7/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tetapi bukan tidak mungkin terjadi, ada sekitar 6 persen kemungkinan terjadi. Tetapi apabila 6 persen itu terjadi, maka akan terjadi banjir yang luar biasa," ungkapnya menambahkan.
Sebagai langkah antisipasi, Farhan mengaku sedang membidik sejumlah bangunan liar yang harus dibongkar di beberapa wilayah. Namun ia memastikan, proses pembongkaran itu tidak dilakukan secara tiba-tiba dan lebih mengedepankan tahapan peringatan bagi penghuninya.
"Maka antisipasinya sekarang adalah saya sama DSDABM lagi keliling ke seluruh wilayah untuk membereskan berbagai macam drainase. Nah, banyak drainase kita ini ketutup oleh bangunan liar dan oleh PKL yang liar juga," tuturnya.
"Jadi terpaksa ini mah semua Bangli dan PKL yang ada di atas saluran air itu ditertibkan. Penertibannya kita nggak langsung tiba-tiba datang ya, kita sudah kirim surat ke-1, surat ke-2, dan surat ke-3," tandasnya.
(ral/yum)
