Rencana reaktivasi Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung pada September 2026 mendatang disambut baik salah satunya oleh Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) sebagai daerah penunjang ibukota provinsi Jawa Barat.
Kabupaten Bandung Barat sendiri akan kecipratan dampak positif dari reaktivasi bandara itu. Salah satunya dari kunjungan wisatawan luar Pulau Jawa bahkan mancanegara di musim liburan.
Ya, Bandung Barat dikenal sebagai daerah destinasi wisata. Seabreg objek wisata mulai dari yang bertema alam hingga artifisial selalu jadi magnet bagi pelancong dalam dan luar negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sangat menyambut baik reaktivasi Bandar Husein Sastranegara, karena tentu berdampak positif. Apalagi kami sebagai daerah wisata, bisa lebih mudah diakses wisatawan luar negeri," kata Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail saat dikonfirmasi, Selasa (7/7/2026).
Sebelum ditutup pada tahun 2023 lalu penerbangan dialihkan ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, wisatawan luar negeri cukup mudah datang ke Bandung Raya. Lain hal ketika bandara ditutup, perjalanan dari Jakarta ke Bandung paling gampang diakses menggunakan Kereta Cepat Whoosh.
"Harapannya tentu saja sektor perekonomian akan terdongkrak, baik objek wisatanya, penginapannya, produk lokal, dan lain-lain. Seperti dulu kan, wisatawan itu nanti bisa langsung terbang ke Bandung, enggak turun di Jakarta dulu baru ke Bandung," ujar Jeje.
Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara juga sebagai langkah pemerintah memberikan pilihan moda transportasi untuk masyarakat. Pilihan itu tentunya akan menciptakan iklim positif pada sektor transportasi publik tanah air.
"Ya terkait rencana reaktivasi Bandara Husein Sastranegara, itu kan bagaimana pemerintah ingin memberikan berbagai alternatif yang terbaik buat masyarakat maupun wisatawan asing," kata Jeje.
Kini, menjangkau Bandung Barat tak lagi sulit. Bisa menggunakan Kereta Cepat Whoosh, bisa menggunakan kereta api, menggunakan jalur darat via tol, hingga peswat terbang.
(sud/sud)
