Selat Hormuz Membara, AS Resmi Sanksi Kembali Ekspor Minyak Iran

Kabar Internasional

Selat Hormuz Membara, AS Resmi Sanksi Kembali Ekspor Minyak Iran

Anisa Indraini - detikJabar
Rabu, 08 Jul 2026 10:31 WIB
Vessels at the Strait of Hormuz, as seen from Musandam, Oman, June 18, 2026. REUTERS/Stringer
Selat Hormuz (Foto: REUTERS/Stringer).
Bandung -

Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) resmi mencabut izin ekspor minyak Iran. Keputusan tegas ini membatalkan kesepakatan sementara yang sebelumnya tertuang dalam Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad. Langkah ini diambil menyusul kembali memanasnya konflik kedua negara setelah rentetan serangan terhadap kapal tanker di kawasan strategis Selat Hormuz.

"Iran hanya akan menuai keuntungan jika mereka menunjukkan perilaku yang baik. Tindakan Iran di Selat Hormuz sama sekali tidak dapat diterima oleh AS dan akan ditindaklanjuti dengan konsekuensi," kata seorang pejabat AS dikutip dari CNBC, Rabu (8/7/2026).

Insiden terbaru dilaporkan terjadi pada Selasa (7/7), di mana sebuah kapal tanker pengangkut gas alam cair hingga minyak yang tidak disebutkan namanya diserang di sekitar Selat Hormuz. Informasi mencekam ini dirilis oleh kelompok angkatan laut pimpinan AS yang bertugas memberikan pembaruan keamanan bagi kapal-kapal dagang di Timur Tengah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Situasi di jalur perdagangan dunia tersebut kini berada dalam status waspada tinggi. Ancaman terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz kemungkinan besar meningkat, yang diduga dipicu oleh tindakan permusuhan dari pihak Iran.

Padahal sebelumnya, Departemen Keuangan AS sempat memberikan "napas lega" dengan mencabut sanksi minyak Iran hingga 21 Agustus 2026. Kebijakan itu merupakan hasil penandatanganan kesepakatan sementara bulan lalu untuk membuka kembali Selat Hormuz, yang memungkinkan Teheran menerima pembayaran dalam dolar AS dari ekspor minyak mentah ke Negeri Paman Sam.

Namun, komitmen tersebut kini berantakan. Meski Iran menjanjikan jalur aman bagi kapal-kapal di Selat Hormuz, Teheran justru bersikeras agar kapal-kapal menggunakan jalur utara yang berada di bawah kendali penuh mereka. Ketegangan memuncak saat terjadi serangan terhadap kapal-kapal yang menggunakan jalur perlindungan Angkatan Laut AS di sepanjang pantai Oman.

"Ini adalah bagian dari kampanye sporadis yang ditargetkan oleh Iran untuk menggoyahkan koridor selatan tersebut dan mengirim pesan kepada produsen negara-negara Teluk yang tidak mengirimkan minyak mereka melalui koridor utara tersebut," kata Michelle Wiese Bockmann, analis intelijen maritim senior di Windward.

Artikel ini sudah tayang di detikFinance, baca selengkapnya di sini.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Kapal Tanker China Berhasil Lewati Selat Hormuz yang Diblokade AS"
[Gambas:Video 20detik]
(mso/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads