Kekeringan di Pangandaran Meluas, 1.229 Jiwa Alami Krisis Air

Kekeringan di Pangandaran Meluas, 1.229 Jiwa Alami Krisis Air

Aldi Nur Fadillah - detikJabar
Rabu, 08 Jul 2026 14:00 WIB
Warga sedang berebut air bersih dari BPBD Pangandaran
Warga sedang berebut air bersih dari BPBD Pangandaran (Foto: Istimewa)
Pangandaran -

Krisis air bersih mulai melanda Kabupaten Pangandaran seiring musim kemarau yang terus berlangsung. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 406 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 1.229 jiwa terdampak kekeringan dan sangat bergantung pada bantuan pasokan air bersih.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pangandaran menunjukkan sebaran wilayah terdampak mencakup Kecamatan Mangunjaya, Padaherang, Kalipucang, dan Parigi. Kondisi ini diprediksi akan terus meluas ke wilayah lain jika intensitas hujan tidak kunjung meningkat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran, Dodo Kusnadi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah bergerak cepat menyalurkan bantuan. Sejak 30 Juni hingga 7 Juli 2026, sebanyak 15.000 liter air bersih telah didistribusikan ke tiga kecamatan yang paling membutuhkan.

"Alhamdulillah penyaluran air bersih ke wilayah terdampak sudah kami sampaikan secara bertahap sesuai permintaan dari pihak desa setempat," kata Dodo kepada detikJabar, Rabu (8/7/2026).

ADVERTISEMENT

Bantuan tersebut menyasar Desa Pamotan di Kecamatan Kalipucang, Desa Parakanmanggu di Kecamatan Parigi, dan Desa Mangunjaya di Kecamatan Mangunjaya. Penurunan debit sumber air di wilayah-wilayah tersebut membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan harian.

BPBD terus memantau situasi di lapangan karena adanya risiko penambahan titik kekeringan baru. Dodo memperingatkan bahwa durasi kemarau yang panjang dapat memperparah kondisi ketersediaan air di masyarakat.

"Ada potensi kekeringan bisa meluas ke beberapa wilayah di Kabupaten Pangandaran," ucapnya.

Pemerintah desa diminta proaktif melaporkan kondisi wilayahnya agar penanganan krisis air bisa dilakukan sedini mungkin. Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk bijak dalam menggunakan air bersih guna menjaga ketersediaan cadangan air yang semakin menipis.

"Kami harapkan bagi wilayah yang sumber airnya melimpah hemat dan bisa saling berbagai antar warga yang membutuhkan," katanya.




(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads