Ledakan mortir 81 komando menewaskan tiga warga Kampung Ciparang, RT 04/RW 07, Desa dan Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) tewas pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.
Kapolres Cimahi AKBP Niko A. Adi Putra mengatakan, berdasarkan keterangan saksi, ketiga korban sudah tergeletak di sekitar lokasi ledakan. Saksi pun kemudian menolong satu korban yang masih bernapas ke Puskesmas Rajamandala.
"Sementara dua korban lainnya sudah tidak bernapas," kata Niko. Ia menjelaskan ketiga korban berjenis kelamin pria.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korban yang tewas akibat ledakan mortir itu rata-rata mengalami luka parah di seluruh tubuhnya. Bahkan seorang korban putus bagian lengannya. Sementara korban yang sempat kritis, mengalami luka terbuka pada bagian paha.
"Lukanya parah akibat ledakan tersebut, dipastikan tiga orang meninggal dunia. 2 meninggal di lokasi kejadian dan 1 di rumah sakit," kata Niko.
Peristiwa maut itu berawal saat saksi mendengar ada suara ledakan di sebelah korban atas nama Ade (21). Saksi kemudian menuju ke lokasi kejadian setelah mendapati kabar bahwa ada tiga korban dalam ledakan peluru mortir tersebut.
(yum/yum)
