Batik Difabel Jawa Barat, Kisah Nurdin dan Ikhlas Berkarya dari Kursi Roda

Batik Difabel Jawa Barat, Kisah Nurdin dan Ikhlas Berkarya dari Kursi Roda

Nur Khansa Ranawati - detikJabar
Minggu, 09 Agu 2026 19:30 WIB
Nurdin (35) dan Muhammad Ikhlas (25)
Nurdin (35) dan Muhammad Ikhlas (25) (Foto: Nur Khansa Ranawati/detikJabar)
Bandung -

- Di atas kursi roda, Nurdin (35) dan Muhammad Ikhlas (25) duduk dengan pandangan berbinar ke arah panggung. Di hadapan mereka, belasan orang hilir mudik di atas pentas, membentangkan kain warna-warni sambil berpose.

Masing-masing kain tersebut dihiasi stilasi hewan-hewan laut yang digambar dengan corak batik. Ada kuda laut, ikan pari, penyu, udang, hingga lumba-lumba. Dominasi warna terang seperti biru, kuning dan merah menjadikan peragaan kain tersebut tampak indah dan semarak.

Bukan tanpa sebab keduanya begitu terlihat bahagia di sudut panggung. Pasalnya, kain batik bercorak unik tersebut merupkan bagian dari kerja keras Nurdin dan Ikhlas dalam mempelajari batik sejak enam tahun lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kali ini kita membuat batik dengan tema laut, binatang laut yang ada di Jawa Barat. Idenya didapat dengan saling bertukar pikiran dan mencari inspirasi," ungkap Nurdin saat ditemui selepas acara Batik Walk dan Peluncuran Batik Difabel di Bank Indonesia Jawa Barat, Bandung, Minggu (9/8/2026).

Seratusan orang yang hadir pagi itu turut mengapresiasi karya buatan Nurdin, Ikhlas, dan tiga orang rekan difabel lainnya yang tergabung dalam kelompok "Batik Ge Hade". Stand yang menjajakan karya kain-kain batik serta kerajinan tangan buatan mereka, tak pernah sepi melayani pembeli sejak acara dimulai.

ADVERTISEMENT

Batik Ge Hade adalah produk kain dan kerajinan batik yang dibuat oleh para seniman difabel binaan UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (PPSGHD) Cimahi. Nurdin memaparkan, batik mulai mereka pelajari sejak 2020.

"Awalnya ada pelatihan membatik itu dari 2020. Saya dan Ikhlas satu angkatan, mulai belajar bareng. Dari sana, kegiatan membatik jadi rutin dilakukan Senin sampai Sabtu," tuturnya.

Pelatih batik datang dari berbagai tempat, termasuk pembatik dari Bogor dan Batik Komar Bandung. Setelah rutin mempelajari teknik membatik setiap hari, helai demi helai kain batik tulis pun tercipta.

"UPTD kami lalu diminta untuk membuat UMKM. Jadi sekalian kita bikin workshop batiknya, ada tempat khusus untuk berkegiatan membatik," ungkapnya.

Berbagai teknik pembuatan dan pewarnaan batik pun mereka pelajari. Nurdin menjelasan, salah satu hal yang membuat kain-kain batik mereka tampak cerah dan berbeda adalah penggunaan pewarna seperti remasol dan indigosol.

"Ada beberapa yang berbeda, tapi secara teknis pengerjaan sebenarnya sama saja. Kita skesta dulu, dicanting, lalu dikasih warna. Kita menggunakan warna remasol dan indigosol," paparnya.

Nurdin (35) dan Muhammad Ikhlas (25)Batik karya Nurdin (35) dan Muhammad Ikhlas (25) Foto: Nur Khansa Ranawati/detikJabar

Indigosol adalah zat warna yang cenderung akan memunculkan warna-warna pastel yang lembut dan 'kalem'. Sementara remasol merupakan zat warna reaktif yang menghasilkan warna-warni cerah menyala dan variartif.

Tak heran, mayoritas kain batik produksi Batik Ge Hade memiliki corak yang terang dan unik. Cocok digunakan untuk segala usia di berbagai kesempatan.

Lebih lanjut, Nurdin mengaku selama ini tidak memiliki kendala berarti dalam membuat batik, meskipun memiliki keterbatasan fisik. Semua dikerjakan sebagaimana teknik batik tulis pada umumnya.

"Selama ini kita aman-aman saja, seperti membatik biasa. Tapi karena kita tuna daksa, jadi agak menghindari batik cap. Karena prosesnya kan harus berdiri. Jadi kita lebih banyak produksi batik tulis," jelasnya.

Hingga saat ini, Batik Ge Hade diproduksi oleh Nurdin dan Ikhlas, serta tiga rekan lainnya yang memiliki disabilitas berbeda. Rajin bertukar pikiran menjadi jalan mereka untuk senantiasa menghasilkan karya yang sesuai harapan.

"Kalau ada kesulitan ide, kita biasanya saling tukar pikiran saja. Cari jalan gimana caranya agar bisa menyelesaikan batik jadi karya yang indah," ujar Ikhlas, menutup perbincangan.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads