Cuaca di Jalan Cihampelas, Kota Bandung, cukup panas. Meski demikian, arus lalu-lalang kendaraan di jalan tersebut terbilang padat.
Sebelum hotel ternama di jalan itu, sebuah tenda tampak berdiri di sebuah lahan kosong. Bukan tenda pengungsian atau hajatan, tenda itu digunakan untuk menjual hewan kurban jenis domba.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terdapat lebih dari 100 ekor domba di tenda milik Saung Qurban Cihampelas. Domba-domba yang dijajakan di tempat itu merupakan hewan kurban yang siap dijual kepada pembeli.
Berbeda dengan yang lain, demi mendongkrak penjualan, pemasaran domba di tempat ini dilakukan melalui live streaming menggunakan aplikasi. Seorang pekerja di tempat penjualan hewan kurban itu tampak memegang tongsis dengan ponsel yang terhubung dengan aplikasi live streaming.
Orang tersebut lalu menawarkan domba yang dijualnya. Dia berjalan-jalan di kandang dan menawarkan harga dari setiap domba.
Jika ada pertanyaan dari penonton dan permintaan untuk memperlihatkan detail kondisi hewan kurban, dia pun mendekatkan kamera ponsel ke dombanya.
"Penjualan H-1 lumayan, sekarang saja sisa belasan dari 105 populasi," kata Fikri (31) salah seorang penjual, Selasa (26/5/2026).
Fikri menyebutkan, meski pembeli lebih banyak datang langsung ke tempatnya, berjualan dengan cara live streaming juga sangat membantu.
"Penjualan yang paling banyak itu datang ke sini, walaupun kita gunakan media sosial, karena kita baru live streaming jadi tidak terlalu banyak yang beli, paling belasan," ungkapnya.
"Kita jualan di TikTok dan di IG," ujarnya.
Fikri menuturkan, harga domba kurban yang dijualnya beragam, tergantung pada kualitas dan bobot hewan tersebut.
"Harga dari Rp2,5 juta sampai Rp5 juta lebih. Ada domba Garut, ada juga dari Banjar," ujarnya.
Menurut Fikri, banyak juga domba yang sudah terjual namun masih disimpan di tempatnya. "Ini domba sudah ada yang punya, dititip rawatkan," pungkasnya.
(wip/orb)