Harapan Besar Pedagang Jersey di Tasikmalaya Jelang Piala Dunia 2026

Harapan Besar Pedagang Jersey di Tasikmalaya Jelang Piala Dunia 2026

Faizal Amiruddin - detikJabar
Selasa, 09 Jun 2026 17:00 WIB
Konsumen tengah melihat-lihat jersey tim peserta Piala Dunia 2026
Konsumen tengah melihat-lihat jersey tim peserta Piala Dunia 2026 (Foto: Faizal Amiruddin/detikJabar).
Tasikmalaya -

Demam Piala Dunia 2026 yang akan segera kick off di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko mulai menggejala.

Kompetisi sepak bola sejagat raya ini diharapkan membawa berkah bagi para pedagang pakaian olahraga.

Sejumlah pedagang jersey replika di Tasikmalaya mulai pasang kuda-kuda menyambut potensi lonjakan omzet, seiring antusiasme warga yang berburu seragam timnas idola mereka. Apalagi Piala Dunia kali ini diikuti oleh 48 negara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, ada kekhawatiran yang diungkapkan Yani, salah seorang pedagang jersey di Jalan BKR, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya. Menurutnya, gebyar Piala Dunia 2026 ini kurang greget, sehingga lonjakan omzet yang didambakan belum terlihat.

"Biasanya dari sebulan sebelum acara dimulai sudah banyak permintaan, mau pun suplai. Mungkin karena kurangnya promosi dari media. Masyarakat banyak yang belum tahu akan ada Piala Dunia kecuali pecinta sepak bola," kata Yani, Selasa (9/6/2026).

ADVERTISEMENT
Konsumen tengah melihat-lihat jersey tim peserta Piala Dunia 2026Konsumen tengah melihat-lihat jersey tim peserta Piala Dunia 2026 (Foto: Faizal Amiruddin/detikJabar).

Selain kondisi konsumen, pasokan jersey impor saat ini menurut Yani masih tersendat. Dia menduga kondisi global turut memengaruhi pasokan jersey impor ke Indonesia.

"Pendukung-pendukung fanatik ada yang mulai tanya-tanya, jersey kualitas impor, cuma dari suplai dari importirnya juga mungkin tersendat karena situasi global juga seperti itu," kata Yani.

Meski belum ada lonjakan penjualan, Yani masih berharap seiring perjalanan kompetisi, animo masyarakat meningkat dan berimbas pada penjualan jersey.

"Mudah-mudahan saja nanti setelah penyisihan ada peningkatan, atau ada momentum besar yang membuat penjualan baju tim meningkat," kata Yani.

Menurut dia, kegiatan semacam nonton bareng atau adanya pemain bintang bisa berdampak positif terhadap penjualan jersey.

Dia juga mengaku mendambakan penjualan seperti momentum Persib juara yang membuatnya kewalahan melayani pembeli. "Kemarin waktu Persib juara, wah itu luar biasa. Yang belanja nggak berhenti, sampai kewalahan. Makan saja sambil melayani pembeli," kata Yani.

Lina Kurniawati, salah seorang konsumen, mengaku sedang mengantar anaknya yang ingin membeli jersey. "Anak saya ini fansnya Mbappe, ingin beli jersey Perancis. Dia nabung sendiri, beli jersey yang biasa saja, yang KW," kata Lina.




(mso/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads