Tertahan Sejak Maret, Kapal Pertamina Gamsunoro Lolos dari Selat Hormuz

Tertahan Sejak Maret, Kapal Pertamina Gamsunoro Lolos dari Selat Hormuz

Andi Hidayat - detikJabar
Kamis, 25 Jun 2026 15:22 WIB
Kapal Gamsunoro
Kapal Gamsunoro (Foto: Dok. PIS)
Bandung -

Kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS), Gamsunoro, berhasil melintasi Selat Hormuz pada Rabu (24/6) sekitar pukul 20.00 waktu setempat. Diketahui, Gamsunoro sempat tertahan sejak awal Maret 2026 akibat konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Kapal ini dikabarkan telah menempuh perjalanan selama 16 jam. Kemudian pada pukul 01.06 waktu Dubai, Gamsunoro mulai beranjak dari Teluk Arab.

Kapal ini dikabarkan melaju dengan kecepatan 7,5 knot dan tiba di mulut Selat Hormuz sekitar pukul 13.00 waktu setempat. Empat jam kemudian, kapal dinyatakan berhasil melintasi selat dan mencapai titik aman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita mengatakan keputusan perlintasan Gamsunoro diambil setelah perusahaan melakukan pembahasan risk assessment ketat selama satu bulan terakhir. Perusahaan juga mempererat koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar RI di Iran.

"Pemilihan waktu dan rute melintasi Selat Hormuz telah melalui pembahasan dan penilaian risiko yang sangat ketat. Kami mencatat puluhan persyaratan yang harus dipenuhi kapal, mulai dari asuransi, aspek teknis dan operasional, keamanan, hingga kesiapan kru, sehingga diputuskan kapal dapat mulai bergerak dari Teluk Arab," ujar Vega dalam keterangan resminya, Kamis (25/6/2026).

ADVERTISEMENT

Ia menjelaskan, selama pelayaran kapal dimonitor 24 jam penuh. Awak kapal di laut juga berkoordinasi intens dengan tim di darat yang bersiaga di crisis center PIS untuk memastikan keamanan pelayaran.

Perusahaan juga berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan dan otoritas terkait untuk memantau perkembangan situasi secara langsung. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh operasional dilakukan secara hati-hati.

Sementara untuk armada PIS lain yang berada di kawasan Teluk Arab, VLCC Pertamina Pride, saat ini berada dalam tahap persiapan bergerak. Persiapan ini mencakup dilakukan untuk memastikan perkembangan keamanan, kondisi lalu lintas, kepadatan, risiko lain, dan mempertimbangkan rekomendasi internasional.

"Kami juga memohon dukungan dan doa bagi kapal VLCC Pertamina Pride agar dapat segera melintasi Selat Hormuz dengan aman," tutupnya.

Artikel ini telah tayang di detikFinance. Baca selengkapnya di sini.

(ahi/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads