Wajah Baru Hajat Laut Pangandaran: Budaya Terawat Akidah Terjaga

Wajah Baru Hajat Laut Pangandaran: Budaya Terawat Akidah Terjaga

Aldi Nur Fadillah - detikJabar
Selasa, 16 Jun 2026 19:30 WIB
Momen syukuran nelayan Pangandaran saat tabur bunga dan pawai budaya.
Momen syukuran nelayan Pangandaran saat tabur bunga dan pawai budaya. (Foto: Aldi Nur Fadillah/detikJabar)
Pangandaran -

Prosesi hajat laut Pangandaran yang digelar setiap 1 Muharam, pada 1448 Hijriah kali ini sedikit berbeda dari tahun sebelumnya. Kini rangkaian upacara wujud syukur nelayan ini dimulai dengan istigasah.

Syukuran nelayan kali ini digelar di Pantai Timur Pangandaran, tepatnya di samping Taman Wisata Alam (TWA) Cagar Alam. Untuk menghormati pejuang nafkah dan para pahlawan yang gugur, nelayan mulai dengan tabur bunga di tengah laut.

Prosesi dimulai dengan melingkarnya perahu-perahu nelayan. Kemudian, doa dipimpin langsung oleh Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Pangandaran Jeje Wiradinata. Usai berdoa, kendi dan bunga tujuh rupa yang dibawa, ditaburkan ke laut lepas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prosesi ini menjadi bagian dari bukti menjaga kelestarian, memelihara laut, dan menghormati para pahlawan nelayan pejuang nafkah. Kemudian, doa bersama dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas karunia rezeki yang diberikan dari laut.

ADVERTISEMENT

Meskipun tidak ada prosesi seperti lempar sesaji hingga kepala kambing, esensi hajat laut syukuran nelayan ini tetap terjaga karena pawai larung dongdang tetap dilaksanakan setelahnya.

Pawai dongdang atau hasil bumi yang digotong berjalan sejauh hampir 1,5 km dimulai dari Pasar Wisata melalui jalur pantai barat masuk ke pantai timur. Ribuan warga pesisir Pangandaran memeriahkan hajat laut ini.

Tradisi ini menjadi pengingat abadi tentang hubungan timbal balik antara manusia dengan Sang Maha Kuasa melalui perantara alam semesta yang harus dijaga kelestariannya.

Ketua HNSI Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan ada dua hal yang menjadi esensi hajat saat ini, yakni bukti nyata dalam pelestarian merawat laut dan penghormatan kepada para leluhur, pahlawan, serta nelayan pejuang nafkah yang sudah tiada.

"Artinya wujud rasa syukur atas nikmat yang diberikan alam bagi penghidupan masyarakat pesisir," ucap Jeje, Selasa (16/6/2026).

Menurutnya, prosesi hajat laut ini tidak menghilangkan esensi awal; budaya terawat dan akidah terjaga. "Mudah-mudahan dengan kegiatan ini nikmat yang terus diberikan sang pencipta bisa terus disyukuri oleh nelayan tanpa menghilangkan prosesi inti," katanya.

Selain hajat laut, kegiatan ini juga dimeriahkan oleh pangan murah, bazar UMKM, lomba tumpeng, hingga pindang gunung.

Jeje menambahkan, hajat laut ini merupakan bagian dari siklus yang tidak bisa dipisahkan bagi nelayan. "Bahwa hajat laut bukan soal membuang sesaji, tapi bentuk rasa syukur dan evaluasi nelayan," ucapnya.

Evaluasi dalam hal ini, menurut Jeje, bagaimana selama setahun ini pendapatan ikan, kondisi para nelayan, hingga upaya menjaga melestarikan hasil tangkapan dengan cara-cara yang berkelanjutan dan tidak merusak.

Ia menekankan jika hajat laut itu hajatnya nelayan, dan semua warga pesisir menikmatinya. Ihwal perbedaan pendapat soal penanggalan hari hajat laut, ia menganggap jika semua hari itu baik.

"Saya ini menjadi pemimpin meluruskan akidah, makanya tema hajat laut hari ini budaya terawat akidah terjaga. Contohnya, menaburkan bunga, bunga itu tanda cinta kasih sayang kepada laut, kedua jarah kubur bentuk penghormatan kepada para leluhur pahlawan pejuang nafkah," ucapnya.

Sementara itu, Bupati Pangandaran Citra Pitriyami mengatakan kegiatan hajat laut ini bukan hanya milik nelayan, tapi semua warga Pangandaran. "Karena hari ini sebagian warga menyaksikan datang untuk mempererat tali persaudaraan," kata Citra.

Ia mengatakan jika Pangandaran mempunyai kekayaan alam luar biasa, mulai dari laut yang kaya, hutan, dan budaya yang luar biasa. "Tentu ini menjadi bukti bahwa menjadi nelayan tidak mudah, butuh keberanian. Sangat apresiasi kepada nelayan," katanya.

(sud/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads