Di balik penutupan Jembatan Gantung Sukamenak penghubung Ciamis dengan Tasikmalaya oleh Desa Wanasigra, ada cerita lain yang tak kalah ramainya. Cerita mistis telah menyelimuti kawasan tersebut sudah sejak lama, bahkan konon sebelum jembatan dibangun.
Kawasan yang kini menjadi lokasi jembatan gantung merupakan salah satu spot favorit warga untuk memancing di Sungai Citanduy. Bahkan pada Kamis (2/7/2026), sejumlah warga sambil menenteng alat pancing datang menggunakan motor ke area itu. Mereka kemudian memarkirkan sepeda motor di bibir jembatan lalu berjalan kaki ke bawah menuju Sungai Citanduy.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ikannya lumayan banyak, ada bebeong, nilem, balar dan lainnya. Tapi paling banyak ikan balar," ujar salah seorang pemancing yang sempat menyapa detikJabar.
Cerita mistis di kawasan tersebut dialami oleh sejumlah pemancing, mengingat mereka sering memancing di sungai hingga malam hari. Menurut informasi, tak sedikit pemancing mengalami hal gaib. Konon mereka melihat penampakan sosok makhluk hitam dan besar. Bahkan beberapa di antaranya ketakutan hingga tidak jadi memancing.
Jembatan gantung Sukamenak, penghubung Tasikmalaya dan Ciamis. Jembatan senilai Rp 5 miliar ini kini ditutup sementara. (Foto: Dadang Hermansyah/detikJabar) |
Maman Suherman (70), warga setempat membenarkan hal itu. Banyak cerita dari para pemancing yang mengalami hal demikian. Mereka melihat penampakan makhluk hitam besar ketika menuju atau pulang memancing.
"Kalau Abah mah belum melihat langsung, tapi banyak pemancing yang cerita. Sosoknya besar, bahkan yang terlihat kakinya saja. Karena sosoknya yang besar mahluk itu disebutnya Eyang Sageblig," ungkapnya saat ditemui di lokasi jembatan.
Menurut Maman, sejauh ini sosok itu hanya menampakkan diri saja dan tidak sampai menimbulkan musibah atau hal lainnya. Cerita mistis itu, menurut Maman, sudah sering didengar dari para pemancing.
"Terus terang untuk Eyang Sageblig, Abah belum pernah melihatnya. Tapi kalau ular besar berukuran paha orang dewasa beberapa kali melihat. Lagi jalan kaki ular itu melintas dan diam tapi tidak menyerang. Setelah dikasih tahu jangan mengganggu Abah mau lewat, ular itu pergi," ucapnya.
Lokasi jembatan gantung di Desa Wanasigra memang cukup sepi karena jauh dari permukiman warga. Suasananya cukup adem dengan rimbunnya pohon di kebun warga. Terdengar suara gemericik air dari Sungai Citanduy yang menenangkan pikiran. Tak heran lokasi ini jadi tempat favorit warga memancing.
(orb/orb)

