Filosofi Nama Cianjur: Dari Alat Pengalir Air hingga Titah Raja

Filosofi Nama Cianjur: Dari Alat Pengalir Air hingga Titah Raja

Dian Nugraha Ramdani - detikJabar
Minggu, 05 Jul 2026 09:30 WIB
Alun-alun Cianjur
Alun-alun Cianjur (Foto: Ismet Selamet)
Bandung -

'Bungur jalan ka Cianjur.

Gunung pangrango ngadago, teu weleh sono.

Jentreng kacapi gelikna suling.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Geus deukeut ka Pajajaran.

Ceuk galindeng Cianjuran' - Mang Koko

ADVERTISEMENT

Demikian deskripsi maestro karawitan Koko Koswara atau akrab dengan nama Mang Koko mengenai Cianjur, wilayah bekas ibu kota Karesidenan Priangan.

Cianjur telah lama dikenal sebagai wilayah yang subur karena bagian utaranya merupakan kaki Gunung Gede-Pangrango, gunung api yang pernah beberapa kali meletus, dan letusan terakhirnya pada 1957 mengharuskan ibu kota karesidenan pindah ke Bandung.

Di utara Cianjur, tanah vulkanik jejak letusan gunung banyak dimanfaatkan sebagai lahan pertanian. Tanahnya subur. Semua yang ditanam tumbuh. Sayuran, bunga-bunga hias, bahkan pada masa silam wilayah Cibodas dipakai untuk aklimatisasi tanaman agar bisa hidup dan tumbuh di Nusantara.

Nama Cianjur oleh warganya sendiri sering 'diputus-asakan' menjadi 'Katalanjuran' yang artinya terlanjur. Padahal, Cianjur punya silsilah nama yang merekam bagaimana melimpahnya air di wilayah itu, sejak dahulu.

Sungai Cianjur

Jika Anda berkunjung ke Cianjur dan berjalan kaki ke arah barat dari Pendopo Bupati Cianjur, akan ada sebuah jembatan di atas sungai. Itulah Sungai Cianjur. Sungai yang membelah kota.

Sungai itu berhulu di kaki Gunung Gede-Pangrango dan airnya mengalir dan berakhir di DAS Citarum. Sungai itu meliuk-liuk, seolah-olah menjadi kekhasan tersendiri.

Menurut Saep Lukman dalam sebuah tulisan pada laman Info Cianjur (2026), dalam tradisi toponimi, kata 'Anjur' dalam Cianjur merujuk pada 'arah atau karakter aliran tertentu'

Nama Sungai Cianjur disebut-sebut sebagai cikal bakal penamaan wilayah administratif ini. Banyak yang mengatakan, 'anjur' diambil dari kata 'Anjuran' yang merupakan titah pemimpin kepada rakyatnya. Namun, apakah makna ini relevan?

Asal Usul Nama Cianjur

Sebagaimana daerah-daerah lainnya di Jawa Barat, penggunaan kata 'Ci' yang berarti cai atau air merupakan hal yang lazim untuk menamai suatu tempat. Demikian pula Cianjur, yang merupakan gabungan dua kata, Cai dan Anjur.

Jika Ci adalah cair atau air, apa arti Anjur? detikJabar menelusuri kata itu pada dua kamus: Sundadigi besutan Universitas Padjadjaran (Unpad) dan A Dictionary of the Sunda Language of Java gubahan Jonathan Rigg.

Dalam Sundadigi, kata 'Anjur' bermakna 'sabangsa sendok keur ngarojok cai sangkan kaluar' (semacam sendok yang digunakan untuk mengorek lubang agar airnya keluar).

Makna tersebut mengindikasikan bahwa 'anjur' adalah sebuah alat untuk memperlancar aliran air. Alat itu ditusukkan ke dalam lubang supaya air yang tersendat sedimen bisa kembali mengalir. Mungkinkah pemaknaan nama Ci Anjur adalah air yang dikorek supaya terus mengalir?

Di dalam kamus gubahan Jonathan Rigg, dikatakan bahwa 'Anjur' punya dua makna. Makna pertama adalah alat untuk membersihkan pohon pinang dari pelepahnya yang tua (upih). Kedua, yakni pelepah pinang atau kulit kayu lebar yang dipasang di antara kayu bercabang yang digunakan untuk memperlancar aliran air dari sebuah lubang.

Makna kedua itu tampaknya senada dengan apa yang diungkapkan dalam kamus Sundadigi. Yaitu, berkaitan dengan alat untuk memperlancar aliran air. Wallahu a'lamu.

(iqk/iqk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads