1,47 Juta Kendaraan Bakal Padati Tol Kanci-Pejagan Saat Mudik 2026

1,47 Juta Kendaraan Bakal Padati Tol Kanci-Pejagan Saat Mudik 2026

Devteo Mahardika - detikJabar
Selasa, 17 Mar 2026 18:21 WIB
Kendaraan melintas di Tol Palimanan-Kanci KM 191 arah Jakarta, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (13/4/2024). Pada H+2 Lebaran Tol Trans-Jawa mulai dipadati kendaraan arus balik yang membawa pemudik untuk kembali ke daerah asal. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/nz
Ilustrasi (Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Cirebon -

Arus mudik dan balik Lebaran 2026 diprediksi akan membeludak di ruas Tol Kanci-Pejagan. Pengelola jalan tol memperkirakan sebanyak 1,47 juta kendaraan akan melintas selama periode H-10 hingga H+10 Idulfitri 1447 Hijriah.

Lonjakan ini menjadi sinyal tingginya mobilitas masyarakat pada momen mudik tahun ini, sekaligus tantangan besar bagi pengelola dalam menjaga kelancaran lalu lintas. Manajer Operasional PT Semesta Marga Raya (SMR) Kanci-Pejagan, Fadli Firman, mengungkapkan bahwa angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Secara total ada kenaikan sekitar dua persen dari tahun lalu. Kami prediksikan sekitar 1.478.000 kendaraan akan melintas, baik saat arus mudik maupun arus balik," ujarnya dalam konferensi pers di Cirebon, Selasa (17/3/2026).

Fadli menyebut peningkatan volume kendaraan sebenarnya sudah mulai terlihat dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan pantauan CCTV, jumlah kendaraan yang melintas terus menunjukkan tren kenaikan. "Terakhir di hari Sabtu tercatat sekitar 60 ribu kendaraan. Ini sudah menunjukkan adanya peningkatan arus lalu lintas," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Menghadapi lonjakan tersebut, pengelola tol memastikan telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi, mulai dari pengaturan lalu lintas hingga penyediaan armada layanan di sepanjang ruas tol. "Fasilitas sudah kami siapkan, mulai dari rambu-rambu, kendaraan patroli, derek, ambulans, hingga dukungan dari PJR Polda Jawa Barat dan Jawa Tengah," kata Fadli.

Tak hanya itu, strategi lain yang diterapkan adalah pemberian diskon tarif tol sebesar 30 persen guna mengurai kepadatan kendaraan. Diskon ini diberlakukan pada 15-16 Maret 2026 untuk perjalanan menerus dari Gerbang Tol Cikampek hingga Gerbang Tol Kalikangkung. "Kebijakan ini bertujuan agar arus kendaraan bisa lebih merata dan tidak menumpuk di puncak mudik," ujarnya.

Berdasarkan proyeksi, puncak arus mudik di ruas Kanci-Pejagan diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026 dengan volume sekitar 111 ribu kendaraan. Sementara itu, puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 24 Maret 2026 dengan volume mencapai 110 ribu kendaraan.

Untuk menghindari kepadatan di rest area, pengelola akan membatasi waktu istirahat maksimal 30 menit bagi setiap kendaraan. "Rest area harus digunakan secara bergantian agar semua pengguna jalan bisa mendapatkan fasilitas," jelasnya.

Selain itu, pemudik juga diimbau untuk mempersiapkan perjalanan dengan matang, termasuk memastikan kondisi kendaraan dan fisik pengemudi dalam keadaan prima. "Periksa mesin, kondisi ban, tekanan angin, dan pastikan tidak menggunakan ban yang sudah kedaluwarsa karena sangat berpengaruh pada keselamatan," tegasnya.

Pengguna jalan juga diminta memastikan saldo uang elektronik mencukupi agar tidak menimbulkan antrean di gerbang tol. Di sisi lain, Supervisor Pemeliharaan PT SMR, Heru, memastikan kondisi jalan tol dalam keadaan siap menghadapi lonjakan kendaraan.

Sebanyak lima tim disiagakan, terdiri dari tim perbaikan jalan, tim siaga, dan tim kebersihan yang bekerja selama 24 jam. "Kalau ada lubang yang berpotensi membahayakan atau menimbulkan keluhan, langsung kami tangani. Sistemnya by request dan kami siaga penuh," ujarnya.

Penanganan kerusakan dilakukan menggunakan aspal dingin (cold mix), dengan stok material yang dipastikan mencukupi selama periode mudik.

(iqk/iqk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads