Malam di Jalan Lingkar Selatan, Kota Sukabumi, mendadak mencekam. Seorang pria berinisial RR (29) terkapar bersimbah darah usai terlibat cekcok di sebuah lapak penjual jamu yang diduga menjual minuman keras oplosan.
Peristiwa itu terjadi pada Senin (23/3) sekitar pukul 22.00 WIB, tepatnya di Kampung Sudajaya Hilir, Kelurahan Jayaraksa, Kecamatan Baros. Korban datang ke lokasi untuk membeli minuman, namun situasi berubah tegang ketika uang yang dibawanya disebut kurang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Korban sempat marah-marah, lalu diduga terjadi pengeroyokan oleh salah satu terduga pelaku berinisial W, sehingga korban mengalami luka tusuk pada bagian perut," kata Plt Kasi Humas Polres Sukabumi Kota Ipda Ade Ruli saat dikonfirmasi detikJabar, Selasa (24/3/2026).
Di tengah keributan itu, korban diduga diserang menggunakan senjata tajam. Luka tusuk menganga di bagian perut membuat kondisinya kritis di lokasi kejadian. Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut hanya bisa menyaksikan korban tergeletak sebelum akhirnya dievakuasi petugas.
Sejumlah saksi di lokasi, termasuk pemilik warung bubur di dekat tempat kejadian dan pedagang setempat mengaku sempat melihat keributan sebelum korban tersungkur.
Anggota Polsek Baros yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi dan membawa korban ke RSUD R Syamsudin SH untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, terduga pelaku melarikan diri dan kini dalam pengejaran pihak kepolisian.
Di rumah sakit, kondisi korban sudah dalam keadaan sangat kritis. Humas RSUD R Syamsudin SH Irfanugraha menyebut korban datang dengan penurunan kesadaran dan tanda-tanda syok berat.
"Pasien datang sekitar pukul 23.00 WIB dalam kondisi sakit berat, kesadaran menurun, dan terdapat luka serius," ujarnya.
Tim medis langsung melakukan penanganan darurat. Sejumlah tindakan dilakukan, mulai dari pemasangan infus, pemberian oksigen, hingga upaya stabilisasi dengan ventilator. Luka parah di bagian perut bahkan menyebabkan organ dalam terlihat keluar.
"Ada beberapa perlukaan terutama di perut hingga ususnya terburai keluar, lainnya di dada kiri dan pelipis," kata Irfanugraha.
Namun, nyawa korban tak tertolong. Sebelum tindakan operasi dilakukan, korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka yang dideritanya.
Polisi kini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk memburu pelaku dan mengumpulkan barang bukti di lokasi kejadian. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan guna mengungkap secara pasti kronologi dan motif di balik peristiwa berdarah tersebut.
(sud/sud)
