Cahaya dari Cirebon di Malaysia, GMC KU-14 Tembus Final Asia Pasifik

Cahaya dari Cirebon di Malaysia, GMC KU-14 Tembus Final Asia Pasifik

Devteo Mahardika - detikJabar
Jumat, 03 Apr 2026 06:00 WIB
Tim GMC dalam ajang 14th Asia Pacific Cup (APC) 2026
Tim GMC dalam ajang 14th Asia Pacific Cup (APC) 2026 (Foto: Dok GMC)
Cirebon -

Riuh tepuk tangan di arena pertandingan Kuala Lumpur seakan menjadi saksi lahirnya harapan baru bagi bola basket muda Indonesia. Di tengah persaingan ketat tim-tim dari berbagai negara, langkah tim putra GMC Cirebon KU-14 menjelma menjadi cerita penuh semangat, kerja keras, dan mimpi besar.

Dalam ajang 14th Asia Pacific Cup (APC) 2026 yang digelar pada 25-29 Maret 2026, tim muda asal Kota Udang ini tampil mengejutkan. Tak sekadar berpartisipasi, mereka melaju hingga partai final dan mengukuhkan diri sebagai runner-up di turnamen bergengsi tingkat Asia Pasifik tersebut.

Perjalanan mereka dimulai dengan penuh percaya diri. Menghadapi tuan rumah HOS Malaysia di laga pembuka, GMC langsung menunjukkan dominasi lewat kemenangan 47-21. Momentum itu terus terjaga saat mereka menundukkan Alfa Penguin Batam dengan skor meyakinkan 67-32.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, yang benar-benar mencuri perhatian adalah kemenangan telak atas Mahanama Sri Lanka. Dengan skor mencolok 83-19, GMC seolah mengirim pesan bahwa mereka bukan sekadar tim pelengkap, melainkan penantang serius di turnamen ini.

Memasuki fase gugur, mental bertanding para pemain muda ini semakin terasah. Di babak perempat final, mereka kembali mengatasi wakil Malaysia, GK Serdang, dengan skor 62-29. Laju impresif itu berlanjut di semifinal saat mereka menghadapi sesama tim Indonesia, BBA Bali. Dalam laga penuh tensi, GMC tampil disiplin dan menang 41-24.

ADVERTISEMENT
Tim GMC dalam ajang 14th Asia Pacific Cup (APC) 2026Tim GMC dalam ajang 14th Asia Pacific Cup (APC) 2026 Foto: Dok GMC

Puncaknya, ketika partai final mempertemukan dua tim Indonesia dalam duel bertajuk All Indonesian Final. GMC Cirebon berhadapan dengan Roar Indonesia dalam laga yang berlangsung ketat dan sarat gengsi.

Meski tampil penuh determinasi, GMC harus mengakui keunggulan lawannya. Roar Indonesia bermain lebih efektif dan menutup pertandingan dengan kemenangan 49-33. Kekalahan itu memang menggagalkan ambisi GMC untuk meraih gelar juara, namun tidak menghapus kebanggaan atas pencapaian mereka.

Bagi Manajer tim, Robert Sindunata, hasil ini justru menjadi fondasi penting bagi masa depan para pemain. Ia melihat lebih dari sekadar skor akhir namun ia melihat proses, perkembangan, dan potensi besar yang tengah tumbuh.

"Anak-anak sudah bermain luar biasa dari awal sampai final. Ini pengalaman berharga bagi mereka untuk ke depan," ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan menembus final di turnamen yang diikuti 13 negara menjadi bukti nyata bahwa talenta muda dari daerah seperti Cirebon mampu bersaing di panggung internasional.

"Ini bukan sekadar hasil, tapi proses pembelajaran. Kami optimistis ke depan bisa tampil lebih baik lagi," tambahnya.

Di balik kesuksesan ini, peran pelatih Coach Owen juga tak bisa diabaikan. Ia berhasil meramu kekompakan tim dan menanamkan mental juang yang kuat pada para pemain muda tersebut.

Keikutsertaan tim-tim dari berbagai negara seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Vietnam, hingga Australia menjadikan turnamen ini sebagai barometer penting perkembangan basket usia dini di kawasan Asia Pasifik.

Dan di antara deretan negara tersebut, nama Cirebon kini ikut bergema. Bagi GMC Cirebon KU-14, perjalanan di Kuala Lumpur mungkin telah usai. Namun, cerita mereka baru saja dimulai dari sebuah kisah tentang mimpi anak-anak muda yang berani melangkah lebih jauh, melampaui batas kota, bahkan negara.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads