Taman Sejarah Majalengka Diminta Direvisi, Data Urutan Bupati Disorot

Taman Sejarah Majalengka Diminta Direvisi, Data Urutan Bupati Disorot

Erick Disy Darmawan - detikJabar
Selasa, 28 Apr 2026 18:30 WIB
Karya instalasi batu bertuliskan nama-nama Bupati Majalengka di Taman Sejarah
Karya instalasi batu bertuliskan nama-nama Bupati Majalengka di Taman Sejarah (Foto: Erick Disy Darmawan/detikJabar).
Majalengka -

Perubahan hari jadi Majalengka dari 7 Juni menjadi 11 Februari tak hanya berdampak pada peringatan tahunan. Pembaruan itu kini merembet ke ruang publik, salah satunya Taman Sejarah yang dinilai perlu segera direvisi.

Sorotan muncul karena informasi pada instalasi batu bertuliskan nama-nama Bupati Majalengka di Taman Sejarah masih mencantumkan Raden Tumenggung Dendanegara sebagai bupati pertama. Padahal, berdasarkan penetapan terbaru yang merujuk pada tahun 1840, posisi bupati pertama Majalengka adalah Raden Adipati Aria Kertadiningrat.

Keturunan ke-5 Raden Tumenggung Dendanegara, Raden Mas Ramelan Perry Soejoto meminta agar informasi tersebut segera diperbaiki agar tidak menyesatkan masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu harus diperbaiki. Bukan untuk saya, tapi untuk generasi selanjutnya agar tidak salah informasi," kata Perry kepada detikJabar belum lama ini.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, pembaruan itu penting sebagai konsekuensi dari hasil kajian akademis yang telah menetapkan 11 Februari 1840 sebagai hari jadi Majalengka. Kajian tersebut juga telah disepakati pemerintah daerah bersama DPRD.

"Sudah ada kajian ilmiah soal hari jadi, seminar, dan akhirnya disepakati," ujarnya.

Dari penetapan itu, lanjutnya, terjadi penyesuaian dalam pembacaan sejarah, termasuk soal siapa yang menjabat sebagai bupati pertama saat Kabupaten Majalengka resmi berdiri.

Perry menjelaskan, selama ini terjadi kekeliruan dalam memahami posisi Raden Tumenggung Dendanegara. Memang, lanjut dia, Raden Tumenggung Dendanegara pernah menjabat sebagai Bupati Maja pada 1819, ketika wilayah tersebut masih berada dalam Keresidenan Cirebon.

Namun sebelum Majalengka berdiri, Raden Tumenggung Dendanegara telah dimutasi ke Cirebon pada November 1839.

"Majalengka itu berdiri 11 Februari 1840. Sementara eyang Dendanegara sudah pindah ke Cirebon sejak November 1839. Jadi tidak mungkin beliau menjadi bupati pertama Majalengka," jelasnya.

Ia menyebut jabatan bupati pertama Majalengka lebih tepat disematkan kepada Raden Adipati Aria Kertadiningrat, yang saat itu memimpin di masa awal pembentukan kabupaten sekaligus mengusulkan pemindahan ibu kota dari Maja ke Majalengka.

"Beliau yang mengusulkan nama Majalengka ke pemerintah Hindia Belanda, termasuk pemindahan (lokasi) pusat pemerintahan," ucapnya.

Meski demikian, Perry menegaskan, polemik ini bukan soal mengunggulkan satu tokoh di atas yang lain. Sebab, baik Raden Tumenggung Dendanegara maupun Raden Adipati Aria Kertadiningrat sama-sama memiliki peran penting dalam sejarah.

"Ini bukan soal siapa lebih utama, tapi soal meluruskan sejarah," pungkasnya.

Dengan demikian Perry berharap Pemkab Majalengka segera menyesuaikan informasi di Taman Sejarah agar selaras dengan hasil kajian terbaru. Dengan begitu, masyarakat yang datang tidak lagi menerima informasi yang keliru tentang sejarah daerahnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Produksi Tembakau Sintetis, IRT di Majalengka Terancam Hukuman Mati"
[Gambas:Video 20detik]
(mso/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads