Viral Pria di Kuningan Dikeroyok Warga Usai Curi Kotak Amal

Viral Pria di Kuningan Dikeroyok Warga Usai Curi Kotak Amal

Fahmi Labibnajib - detikJabar
Senin, 08 Jun 2026 17:00 WIB
Tangkapan layar video pencurian kotak amal musala di Kuningan
Tangkapan layar video pencurian kotak amal musala di Kuningan (Foto: Istimewa).
Kuningan -

Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria dikeroyok warga beredar luas di media sosial. Pria tersebut diduga melakukan pencurian kotak amal dengan modus menyamar sebagai pengemis di Musala Kampung Puhun, Desa Widarasari, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan.

Dalam rekaman tersebut, pria itu tampak didorong dan dikerumuni warga sebelum akhirnya diamankan oleh pihak kepolisian. Kapolsek Kramatmulya Iptu Wahyu Untoro mengonfirmasi bahwa insiden tersebut benar terjadi di wilayah hukumnya pada Minggu siang (7/6/2026).

"Memang betul terjadi kemarin Minggu sekitar pukul 14.00 WIB," tutur Wahyu, Senin (8/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wahyu menjelaskan peristiwa bermula saat pelaku berinisial MJ (35) mendatangi Desa Widarasari untuk meminta sumbangan kepada warga dengan membawa wadah berisi beras. Saat berada di musala yang dalam kondisi sepi, pelaku diduga tergoda dan langsung mengambil kotak amal tersebut.

"Betul, minta-minta dia. Ada barang buktinya, beras. Minta dikasih beras gitu. Pas kebetulan di masjid, habis salat, mungkin pas ada momen sepi, ada apa, akhirnya baru mempunyai niat untuk mencuri," tutur dia.

Namun, aksi pelaku diketahui oleh warga sekitar hingga ia ditangkap dan nyaris menjadi sasaran amuk massa. Beruntung, personel kepolisian segera tiba di lokasi kejadian untuk mengendalikan situasi dan mengamankan pelaku.

Menurut Wahyu, meski sempat terjadi ketegangan dengan massa, pihak pemerintah desa akhirnya sepakat untuk tidak menempuh jalur hukum. Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi pelaku yang hidup sebatang kara serta barang bukti kotak amal yang masih utuh.

"Alhamdulillah. Nggak ada sampai luka, langsung kita amankan. Cuma kemarin dari pihak pemerintahan desa setelah kita bawa ke sini, dimintai keterangan. Karena barang buktinya masih ada, jadi pemerintah desa memohon tidak mau membuat laporan asal tidak mengulang perbuatannya. Yang penting barang buktinya bisa kembali. Memang sering minta-minta dia tiap harinya, karena orang tuanya nggak ada," tutur Wahyu.

Menyikapi kejadian tersebut, Wahyu mengimbau pengelola masjid maupun musala agar segera mengosongkan kotak amal jika uang di dalamnya sudah penuh. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya tindak kriminal serupa di masa mendatang.

"Kita himbau juga lebih ke hati-hatiannya. Kalau memang ada kotak amal, tiap harinya kalau memang ada bisa langsung diambil, jangan tunggu beberapa hari, biar lebih keamanannya lebih terjamin," ujar Wahyu.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Detik-detik Perampok Smelter Timah di Bangka Ditangkap Polisi"
[Gambas:Video 20detik]
(mso/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads