Langganan Terendam Rob, Desa Ambulu Cirebon Menanti Tanggul Raksasa

Langganan Terendam Rob, Desa Ambulu Cirebon Menanti Tanggul Raksasa

Devteo Mahardika - detikJabar
Senin, 22 Jun 2026 19:15 WIB
Kunjungan Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman saat tinjau di Desa Ambulu
Kunjungan Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman saat tinjau di Desa Ambulu. (Foto: Devteo Mahardika/detikJabar)
Cirebon -

Selama hampir sembilan tahun terakhir, warga Desa Ambulu, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon hidup berdampingan dengan banjir rob. Air laut yang terus masuk ke permukiman dan area tambak tak hanya merendam lingkungan warga, tetapi juga perlahan menggerus sumber penghidupan masyarakat pesisir.

Kini, secercah harapan mulai muncul. Pemerintah Kabupaten Cirebon mengungkapkan pemerintah pusat tengah merencanakan pembangunan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall di kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa, termasuk wilayah pesisir Desa Ambulu yang selama ini menjadi salah satu daerah paling terdampak banjir rob.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bupati Cirebon Imron membenarkan adanya rencana pembangunan proyek strategis tersebut. Menurutnya, Pemkab Cirebon telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sejak 2025 terkait penanganan banjir rob yang terus melanda kawasan pesisir utara Kabupaten Cirebon.

Imron mengatakan, dirinya telah mengikuti pertemuan bersama Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) yang membahas rencana pembangunan Giant Sea Wall sebagai solusi jangka panjang untuk mengurangi dampak rob di wilayah pesisir Jawa.

ADVERTISEMENT

"Betul, belum lama ini ada pertemuan dengan BOPPJ dan ada rencana pembangunan Giant Sea Wall itu. Tapi sekarang baru tahap pemetaan. Doakan saja semoga Proyek Strategis Nasional (PSN) ini bisa terwujud," kata Imron, Senin (22/6/2026).

Menurutnya, keberadaan tanggul laut raksasa tersebut diharapkan mampu menjadi benteng perlindungan bagi kawasan pesisir yang selama ini terus terancam kenaikan muka air laut dan banjir rob.

Sebelumnya, Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman, bersama sejumlah perangkat daerah dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung meninjau langsung kondisi Desa Ambulu guna melakukan pemetaan titik-titik rawan rob.

Dari hasil peninjauan, pemerintah menemukan sejumlah persoalan yang masih menjadi penyebab masuknya air laut ke kawasan permukiman warga. Di wilayah timur desa, tanggul penahan sepanjang sekitar 1,4 kilometer memang telah dibangun. Namun, masih terdapat beberapa titik kebocoran yang perlu segera diperbaiki.

Sementara di bagian barat desa, sejumlah pintu air dinilai perlu ditutup saat air laut pasang agar tidak menjadi jalur masuknya rob ke lingkungan warga. Pemerintah daerah juga berencana melakukan penataan di area bekas jembatan serta sejumlah titik dengan elevasi tanah rendah yang selama ini menjadi akses masuk air laut.

"Untuk jangka panjangnya, pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan Kuwu Ambulu dan dinas terkait untuk mengonsultasikan ke pemerintah pusat dalam hal ini BOPPJ," ujar Jigus sapaan akrabnya.

Bagi masyarakat Ambulu, persoalan rob bukan sekadar genangan air yang datang saat pasang laut. Dampaknya telah merusak sektor ekonomi warga yang sebagian besar menggantungkan hidup dari tambak dan hasil laut.

Tambak-tambak yang sebelumnya menjadi sumber penghasilan kini banyak yang rusak dan tidak lagi produktif. Akibatnya, banyak keluarga kehilangan mata pencaharian dan kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Setiap hari masyarakat tidak punya penghasilan karena tambaknya hancur semua. Kalau tidak ada penanganan, masyarakat bisa semakin terpuruk," ujar Sanuri, salah seorang warga Desa Ambulu.

Kondisi tersebut membuat warga berharap perhatian pemerintah tidak berhenti pada tahap pemetaan dan kunjungan lapangan semata. Mereka menantikan langkah konkret yang mampu memberikan perlindungan permanen terhadap ancaman rob yang terus datang setiap tahun.

Kepala Desa Ambulu, Sunaji, mengatakan masyarakat selama ini hanya ingin merasakan kehadiran pemerintah dalam menyelesaikan persoalan yang sudah bertahun-tahun mereka hadapi.

"Warga hanya butuh perhatian dan sentuhan dari pemerintah bahwa mereka hadir untuk masyarakat Desa Ambulu," kata Sunaji.

Ia berharap kunjungan Wakil Bupati Cirebon beserta jajaran pemerintah daerah beberapa waktu lalu dapat menjadi awal lahirnya solusi nyata bagi masyarakat pesisir.

"Kami berharap banjir rob yang selama ini menjadi persoalan utama warga bisa segera tertanggulangi," ujarnya.

Ia menjelaskan rencana pembangunan Giant Sea Wall pun kini menjadi harapan besar bagi warga Ambulu. Di tengah kekhawatiran akibat rob yang semakin sering dan berlangsung lebih lama, proyek tersebut dinilai dapat menjadi solusi jangka panjang untuk melindungi kawasan pesisir sekaligus mengembalikan kehidupan ekonomi masyarakat yang selama bertahun-tahun terdampak bencana rob.

(sud/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads