Majalengka Bakal Punya Kawasan Industri Baru di Sumberjaya

Majalengka Bakal Punya Kawasan Industri Baru di Sumberjaya

Erick Disy Darmawan - detikJabar
Minggu, 28 Jun 2026 15:30 WIB
industri genteng di Majalengka pakai gas yang dipasok PGN
Ilustrasi industri di Kabupaten Majalengka (Foto: dok. PGN).
Majalengka -

Di tengah kabar dua perusahaan komponen otomotif asal Jepang hengkang dari Indonesia, Kabupaten Majalengka justru mengklaim masih menjadi magnet bagi para investor. Bahkan, pemerintah setempat mengungkapkan rencana pembangunan kawasan industri baru di Kecamatan Sumberjaya yang saat ini tengah memasuki tahap perizinan.

Wakil Bupati Majalengka Dena Muhamad Ramdhan mengatakan, minat investor untuk menanamkan modal di Majalengka masih cukup tinggi. Menurutnya, hal itu sejalan dengan komitmen pemerintah daerah yang sejak awal menggelar karpet merah bagi para pelaku usaha untuk berinvestasi.

"Alhamdulillah kami memang, Pak Bupati dengan saya, sejak kampanye selalu menggaungkan bahwa kita akan memberikan karpet merah kepada para investor. Untuk apa? Karena tingkat pengangguran dan angka kemiskinan kita cukup masih tinggi. Tidak ada cara lain, kita harus ramah terhadap investor agar mereka membuka usaha di sini dan membuka lapangan kerja," kata Dena kepada detikJabar, Minggu (28/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, kehadiran kawasan industri baru diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah, terutama di tengah kondisi ekonomi global yang belum sepenuhnya pulih.

"Mudah-mudahan sekarang kita punya KIEM (kawasan industri di Kertajati), nanti juga akan punya KIEM (kawasan industri) di Sumberjaya. Mudah-mudahan izinnya segera selesai sehingga bisa membuka lapangan kerja, menumbuhkan pertumbuhan ekonomi, menurunkan angka kemiskinan dan tingkat pengangguran terbuka di Majalengka," ujarnya.

Dena menjelaskan, pembangunan kawasan industri di Sumberjaya belum memasuki tahap konstruksi. Saat ini, pemerintah bersama pihak terkait masih menyelesaikan proses perizinan, terutama yang berkaitan dengan persoalan lahan baku sawah (LBS) dan tata ruang.

"Belum proses pembangunan, sekarang masih proses perizinan. Persoalan LBS ini belum selesai. Mudah-mudahan ini segera clear sehingga investor kembali yakin membangun industri di Kabupaten Majalengka," ungkapnya.

Ia mengatakan, Pemkab Majalengka terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian ATR/BPN, untuk mempercepat penyelesaian persoalan tata ruang dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).

"Mudah-mudahan urusan tata ruang selesai, RDTR selesai, sehingga para pelaku industri tidak lagi gamang untuk berinvestasi di Majalengka. Harapannya Majalengka menjadi daerah yang semakin menarik bagi para investor," katanya.

Selain menarik investasi, Dena memastikan pemerintah daerah juga terus menyiapkan tenaga kerja melalui berbagai program pelatihan. Salah satunya seperti program Mata Hati (Masyarakat Cepat Kerja Hadirkan Kebahagiaan Kuatkan Inklusi) yang biasa digelar di Balai Latihan Kerja (BLK) Cakraningrat.

"Kita masih terus menjalankan pelatihan. Bahkan pada Mei lalu sekitar 2.100 orang sudah berhasil disalurkan bekerja. Mudah-mudahan jumlah itu terus bertambah sehingga bisa mengurangi angka kemiskinan dan tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Majalengka," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: KSP Soroti Perizinan Lahan KITB"
[Gambas:Video 20detik]
(mso/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads