Insiden tak biasa menimpa seorang pria paruh baya di Kabupaten Kuningan. Ia terpaksa harus berurusan dengan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) setelah alat kelaminnya tersangkut di dalam botol plastik kemasan minuman hingga mengalami pembengkakan.
Kepala UPT Damkar Kuningan, Andri Arga Kusuma, mengungkapkan proses evakuasi dramatis ini menimpa pria berinisial AR (58), warga Kecamatan Kuningan. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Minggu (28/6/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kejadian ini bermula dari kecurigaan sang istri yang melihat suaminya terus merintih kesakitan sambil berbaring. Meski sempat bungkam saat ditanya, AR akhirnya menyerah dan mengaku bahwa alat vitalnya terjebak di dalam botol plastik.
"Tidak diketahui gimana awal botol plastik minuman bisa masuk ke alat kemaluan. Menurut istrinya, suaminya merintih kesakitan dan tidur saja, pas di tanya kenapa dan sakit apa tidak mengaku, terus didesak sama istrinya akhirnya mengaku bahwa kelaminya masuk ke dalam botol dan bengkak," tutur Arga, Senin (29/6/2026).
Keluarga yang panik sempat melarikan korban ke rumah sakit terdekat. Namun, pihak medis rupanya tidak memiliki peralatan khusus untuk memotong botol yang menjepit organ vital tersebut.
Tak ingin risiko semakin besar, pihak rumah sakit langsung menghubungi tim Damkar Kuningan untuk meminta bantuan evakuasi darurat.
"Kelaminya susah dikeluarin, karena panik, suaminya dilarikan ke salah satu rumah sakit, karena di rumah sakit tidak punya alat untuk membuka botol, pihak rumah sakit menghubungi UPT Pemadam Kebakaran dan langsung ditindaklanjuti," tutur Arga.
Merespons laporan darurat itu, Damkar Kuningan segera menerjunkan empat personel ke lokasi. Setibanya di rumah sakit, petugas mendapati korban dalam kondisi terbaring lemas menahan sakit di atas ranjang pasien.
Proses evakuasi berlangsung menegangkan. Petugas harus menggunakan gerinda mini untuk memotong botol plastik tersebut secara perlahan.
Karena area yang ditangani adalah organ yang sangat sensitif, ketelitian tingkat tinggi menjadi kunci utama. Setelah berjibaku selama 20 menit, botol tersebut akhirnya berhasil dilepaskan.
"Dilakukan penangan kelamin masuk botol oleh 4 anggota piket regu 3 dalam waktu 20 menit dengan cara di gerinda kecil dengan penuh hati-hatian. Waktu selesai penanganan 21.30 WIB, " tutur Arga.
Semnetara itu, hingga proses evakuasi selesai, AR tetap memilih tutup mulut mengenai kronologi maupun alasan mengapa alat kelaminnya bisa masuk ke dalam botol plastik tersebut. Bahkan kepada istrinya sendiri, korban enggan berterus terang.
"Tidak terbuka. Sama istrinya dikonfirmasi juga nggak mengaku," pungkas Arga.
Belajar dari kejadian ini, Damkar Kuningan mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan spekulatif yang berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan jiwa. Jika menghadapi situasi darurat, masyarakat dapat menghubungi Call Center UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan di nomor (0232) 871113.
