Program Sekolah Rakyat di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, memasuki tahap akhir persiapan. Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Cirebon memastikan proses penjangkauan calon peserta didik untuk tahun ajaran 2026/2027 telah rampung dengan kuota penuh sebanyak 270 siswa.
Para siswa tersebut akan terbagi secara merata di tiga jenjang pendidikan, yakni 90 siswa Sekolah Dasar (SD), 90 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 90 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Seluruh nama calon peserta kini tinggal menunggu penetapan melalui rapat pleno.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Cirebon, Hafidz Iswahyudi mengatakan seluruh kuota telah berhasil dipenuhi melalui mekanisme penjangkauan yang dilakukan pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alhamdulillah sudah terjangkau dan akan ditetapkan sebanyak 270 siswa Sekolah Rakyat melalui rapat pleno," ujarnya, Senin (29/6/2026).
Hafidz menjelaskan, berbeda dengan sekolah pada umumnya, Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran secara umum. Program ini menggunakan sistem penjangkauan langsung terhadap calon peserta didik yang berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) milik Kementerian Sosial.
Menurutnya, kebijakan tersebut bertujuan agar bantuan pendidikan benar-benar diterima oleh masyarakat yang paling membutuhkan.
"Program ini tidak mengenal pendaftaran, melainkan penjangkauan. Sasarannya memang anak dari keluarga miskin berdasarkan data DTKS," jelasnya.
Ia menambahkan, penentuan peserta didik diprioritaskan bagi masyarakat yang masuk kategori Desil 1 dan Desil 2, yaitu kelompok dengan tingkat kesejahteraan terendah dalam basis data pemerintah.
Selain itu, kuota utama Sekolah Rakyat di Kabupaten Cirebon diprioritaskan bagi warga Kabupaten Cirebon yang memenuhi seluruh persyaratan sesuai data DTKS.
Apabila tidak ada perubahan jadwal, kegiatan belajar mengajar akan dimulai sekitar 14 Juli 2026, mengikuti kalender pendidikan tahun ajaran baru.
"Untuk pembelajaran rencananya dimulai sekitar 14 Juli 2026 sesuai timeline yang telah disusun," katanya.
Menariknya, Sekolah Rakyat di Kabupaten Cirebon juga akan menampung sementara peserta didik dari sejumlah daerah lain. Hal ini dilakukan karena pembangunan gedung Sekolah Rakyat di wilayah tetangga masih berlangsung.
Siswa titipan tersebut berasal dari Kabupaten Kuningan, Kabupaten Majalengka, dan Kota Cirebon hingga sekolah di daerah masing-masing siap beroperasi.
"Pembangunan gedung ditargetkan sudah bisa operasional pada Juli, meski penyelesaiannya masih bertahap karena baru melayani siswa kelas 1 di setiap jenjang," pungkasnya.
Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Dengan sistem pendidikan berasrama dan seluruh kebutuhan siswa ditanggung pemerintah, program ini ditargetkan mampu memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas pendidikan generasi muda.
(yum/yum)
