Pertemanan Posesif di Kasus Kematian Siswa SMPN 26 Bandung

Pertemanan Posesif di Kasus Kematian Siswa SMPN 26 Bandung

Whisnu Pradana - detikJabar
Senin, 16 Feb 2026 12:28 WIB
Suasana terkini Kampung Gajah di Bandung Barat.
Kampung Gajah, lokasi tewasnya siswa SMPN 26 Bandung (Foto: Whisnu Pradana/detikJabar)
Cimahi -

YA (16) dan AP (17) tega menghabisi nyawa ZAAQ, siswa SMP 26 Kota Bandung di Kampung Gajah, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB) hingga jasadnya ditemukan pada Jumat (13/2/2026).

ZAAQ sendiri sebetulnya dihabisi nyawanya pada Senin (9/2/2026). Ia tewas dengan luka robek di kepala akibat hantaman benda tumpul serta delapan luka tusuk di bagian perut.

Motifnya, YA sebagai eksekutor utama merasa sakit hati karena korban memutuskan hubungan pertemanan mereka. Ia kemudian datang ke Bandung dari Garut dengan niat menghabisi nyawa ZAAQ.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Benar saat pemeriksaan pelaku, dia mengaku bahwasannya hubungan pelaku merasa dia pertemanan dengan korban itu berlebih. Jadi ada sikap yang posesif dari tersangka terhadap korban," kata Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, Senin (16/2/2026).

ADVERTISEMENT

Niko menyebut keterangan itu juga yang kemungkinan menjadi alasan pihak keluarga memindahkan lokasi sekolah korban dari Kabupaten Garut ke Kota Bandung beberapa tahun lalu.

"Dari situ keluarga korban memindahkan sekolahnya ke Bandung. Korban yang sadar dengan hal over dari pelaku itu, menjadi trigger juga dia menjauhi pelaku. Puncaknya dia (korban) akhirnya menghentikan pertemanan. Sampai kemudian pelaku memuncak emosinya dan sakit hati," kata Niko.

Nantinya, kata Niko, pihaknya akan memeriksa kondisi psikologis tersangka untuk mendalami pengakuan tersangka YA terkait adanya hubungan pertemanan yang lebih atau posesif dengan korban.

"Ya itu kan baru pengakuan, nanti kita akan libatkan psikologis untuk mendalami keterangan tersebut," kata Niko.




(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads