Motif di Balik Aksi Pegawai Ayam Geprek Bekasi Mutilasi Rekan Kerja

Motif di Balik Aksi Pegawai Ayam Geprek Bekasi Mutilasi Rekan Kerja

Devi Puspitasari - detikJabar
Selasa, 31 Mar 2026 14:58 WIB
TKP mayat mutilasi dalam freezer di Bekasi (dok.istimewa)
Foto: TKP mayat mutilasi dalam freezer di Bekasi (dok.istimewa)
Bekasi -

Kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap seorang pria yang jasadnya ditemukan di dalam freezer sebuah kios ayam geprek di Serang Baru, Kabupaten Bekasi, mulai menemui titik terang. Polisi mengungkap motif pelaku yang didasari faktor ekonomi.

Melansir detikNews, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, menyatakan bahwa dua pelaku berinisial S dan DS alias ANS, yang merupakan rekan kerja korban, nekat menghabisi nyawa korban AH (39) untuk menguasai harta miliknya.

"Untuk motifnya ekonomi. Kedua pelaku ingin menguasai motor dan HP korban serta ingin menguasai kendaraan operasional tempat kerjanya," ujar Budi Hermanto dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (31/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain menangkap pelaku utama, polisi juga mengamankan satu orang lainnya yang diduga berperan sebagai penadah barang hasil kejahatan.

ADVERTISEMENT

"Penyidik juga sudah mengamankan penadah hasil penerima barang yang diambil dan dijual," tambahnya.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Abdul Rahim, mengonfirmasi penangkapan pelaku berinisial A. Penangkapan dilakukan setelah polisi melacak barang-barang milik korban serta aset milik tempat kerja yang sempat hilang.

"Alhamdulillah, tim Jatanras Polda Metro sudah melakukan penangkapan terhadap satu orang lagi dengan inisial A. Yang bersangkutan berperan sebagai penadah hasil kejahatannya," ujarnya.

Sebelumnya, penyidik menelusuri aliran barang bukti berupa dua unit sepeda motor yang dibawa kabur oleh kedua pelaku utama. Kendaraan tersebut diketahui dijual kepada pelaku A.

Di sisi lain, polisi juga berhasil mengungkap keberadaan bagian tubuh korban yang sempat hilang. Berdasarkan pengakuan pelaku, potongan tubuh tersebut dibuang secara terpisah di wilayah Jawa Barat.

"Potongan tubuh korban yang lain, yakni tangan dan kakinya, sudah ditemukan. Dibuang secara terpisah oleh pelaku di daerah Cariu, Bogor," ungkap Abdul Rahim.

Pengungkapan kasus ini sekaligus melengkapi proses penyelidikan yang sebelumnya sempat terkendala akibat hilangnya sebagian bagian tubuh korban. Polisi memastikan akan terus mendalami kasus ini untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa secara menyeluruh.


Artikel ini sudah tayang di detikNews




(dvp/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads