Akurasi Tinggi Senjata Ki Bedil Terungkap, Dijual hingga Rp 20 Juta

Akurasi Tinggi Senjata Ki Bedil Terungkap, Dijual hingga Rp 20 Juta

Rumondang Naibaho - detikJabar
Senin, 13 Apr 2026 15:15 WIB
Tatang Sutardin alias Ki Bedil (dok istimewa)
Tatang Sutardin alias Ki Bedil (dok istimewa)
Bandung -

Kualitas senjata api rakitan buatan TS (58) alias Ki Bedil disebut memiliki tingkat akurasi tinggi, bahkan mendekati standar pabrikan. Kemampuan itu membuat senjata hasil rakitannya diminati, meski diproduksi secara ilegal selama bertahun-tahun.

Di balik kualitas tersebut, praktik pembuatan senjata api rakitan yang dilakukan Ki Bedil akhirnya berhasil dibongkar Satuan Reserse Mobil (Sat Resmob) Bareskrim Polri. Bisnis ilegal itu diketahui telah berjalan selama 20 tahun sebelum pelaku diringkus.

Kasat Resmob Bareskrim Polri, Kombes Polisi Arsya Khadafi, mengungkapkan Ki Bedil dikenal sebagai perakit senjata api yang sangat lihai. Senjata-senjata buatannya dibanderol dengan harga yang cukup fantastis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk harga senjatanya tergantung dengan jenisnya. Untuk beberapa jenis yang rumit seperti jenis pistol itu diperjualbelikan dengan angka sekitar Rp 15 juta sampai Rp 20 juta," kata Arsya kepada wartawan, Senin (13/4/2026).

Bukan hanya pistol, Ki Bedil juga memproduksi senjata laras panjang. Senjata buatannya disebut memiliki akurasi tinggi.

ADVERTISEMENT

"Untuk senjata-senjata senapan laras panjang dengan tingkat akurasi 100 meter itu diperjualbelikan sekitar antara Rp 15 hingga Rp 20 juta," jelasnya.

Arsya menyebutkan Ki Bedil adalah sosok yang sangat licin. Selama dua dekade, ia berhasil menghindari radar aparat dengan cara bekerja secara sangat tertutup dan hanya melayani pesanan dari orang-orang tertentu yang ia percayai.

"Saudara TS alias Ki Bedil ini cukup licin dan lihai. Selama ini dia bergerak di bawah bayang-bayang dan baru pertama kali tertangkap setelah 20 tahun dia beroperasi," tutur Arsya.

Ki Bedil, lanjutnya, pernah bekerja di industri senjata angin di wilayah Cipacing, Jawa Barat. Keahlian yang didapat dari industri tersebut kemudian disalahgunakan untuk merakit senjata api ilegal.

Sejumlah barang bukti dari penangkapan Ki Bedil oleh Satresmob Bareskrim Polri. ANTARA/HO-Divisi Humas PolriSejumlah barang bukti dari penangkapan Ki Bedil oleh Satresmob Bareskrim Polri. ANTARA/HO-Divisi Humas Polri Foto: ANTARA/HO-Divisi Humas Polri

Bergerak di Bawah Tanah

Arsya menjelaskan, Ki Bedil sempat 'menghilang' dan bergerak di bawah tanah setelah adanya penegakan hukum besar-besaran terhadap perajin senjata api ilegal di wilayah Cipacing beberapa waktu lalu. Sejak saat itu, ia menjalankan bisnisnya dengan sangat tertutup.

"Pada saat itu pernah ada proses penegakan hukum di wilayah Cipacing untuk senjata api ilegal. Kemudian saudara TS ini menghilang dan kemudian dia bekerja sendiri dengan sangat hati-hati dan berdasarkan pesanan dari orang yang hanya dia percayai," ungkapnya.

Nama Ki Bedil, lanjut Arsya, bukanlah sosok asing bagi para pelaku kejahatan jalanan atau street crime. Senjata rakitan buatannya dikenal memiliki kualitas yang hampir menyerupai standar pabrikan, baik dari segi fungsi maupun akurasi.

"Ki Bedil ini adalah orang yang sudah cukup terkenal di kalangan para pelaku street crime dan juga pemburu ilegal. Di mana (senjata) hasil buatannya sangat baik, berfungsi dengan baik dan juga memiliki akurasi yang tinggi," imbuhnya.

Arsya menegaskan pihaknya tidak berhenti pada penangkapan Ki Bedil. Saat ini, polisi tengah berkoordinasi dengan Dittipidum untuk melacak para pembeli senjata buatan tersebut.

"Kami akan menindaklanjuti dan mengembangkan juga pada para pelaku yang saat ini sudah membeli senjata dari Ki Bedil dan juga sudah menggunakannya. Harapannya, dengan tertangkapnya Ki Bedil ini kami bisa menurunkan tingkat kejahatan yang ada di masyarakat," pungkas Arsya.

(ond/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads