Dua belas anggota kelompok bermotor ditangkap polisi usai mengeroyok dan membacok seorang pengendara di Jalan Amir Machmud, perbatasan Kota Cimahi dan Kota Bandung.
Aksi brutal tersebut terjadi pada Minggu (5/4/2026) dini hari. Dalam rekaman CCTV yang viral di media sosial, korban tampak dikeroyok sejumlah orang di pinggir jalan. Para pelaku mempersenjatai diri dengan senjata tajam serta benda tumpul, lalu menghantam korban hingga tersungkur.
Setelah korban tak berdaya, para pelaku melarikan diri ke arah Kota Bandung. Selain mengalami luka serius di sekujur tubuh, korban juga kehilangan ponsel yang dirampas para pelaku.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya sepekan lalu terjadi pengeroyokan oleh beberapa orang di SPBU Cibeureum, ada 12 orang yang kami amankan," kata Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, Selasa (14/4/2026).
Niko menyebutkan, saat ini para pelaku yang mayoritas masih di bawah umur tersebut tengah menjalani pemeriksaan intensif. Polisi juga sedang mendalami motif penyerangan yang menyasar korban secara acak itu.
"Sekarang masih dalam pemeriksaan, karena kita belum tahu motif dari aksi yang menyasar korban secara acak itu. Korban mengalami luka-luka akibat dikeroyok oleh para pelaku," ujar Niko.
Berdasarkan keterangan saksi mata dan rekaman CCTV di lokasi kejadian, Niko menduga jumlah pelaku yang terlibat penyerangan mencapai lebih dari 12 orang.
"Berdasarkan keterangan saksi dan CCTV, saat itu diperkirakan ada 40 motor dengan jumlah orang 100 orang lebih. Kami belum bisa memastikan berapa jumlah pelakunya, namun yang jelas dari keterangan itu pastinya lebih dari 12 orang," kata Niko.
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan, enam dari 12 pelaku yang ditangkap merupakan daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus serupa yang sebelumnya terjadi di wilayah Margaasih, Kabupaten Bandung.
"Jadi ada 6 orang yang merupakan DPO kasus sama di daerah Margaasih. Untuk kasus yang di Margaasih, itu Satreskrim Polres Cimahi sudah mengamankan sebanyak 19 pelaku," kata Niko.
(mso/mso)