Modus Top Up, Pemilik Konter HP di Cililin Jadi Sasaran Uang Palsu

Modus Top Up, Pemilik Konter HP di Cililin Jadi Sasaran Uang Palsu

Whisnu Pradana - detikJabar
Senin, 04 Mei 2026 18:28 WIB
Ilustrasi uang palsu
ilustrasi uang palsu (Foto: Dok.BeritaKlik)
Bandung -

Pemilik konter handphone di Jalan Radio, Desa Cililin, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjadi korban penipuan transaksi dengan uang palsu dengan modus top up atau isi ulang dompet digital.

Kejadian itu dialami Tahtan (46) dan istrinya, Ani Hadianti (38) pada Sabtu (2/5/2026) malam. Berawal ketika konter yang sedang mereka jaga kedatangan seorang konsumen laki-laki.

"Betul kami terima laporan soal adanya peredaran uang palsu di daerah Cililin. Jadi berdasarkan keterangan pemilik konter, terduga pelakunya seorang laki-laki yang berpura-pura menjadi konsumen," kata Kasi Humas Polres Cimahi, Iptu Gofur Supangkat saat dikonfirmasi, Senin (4/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pria tersebut kemudian meminta diisikan saldo dompet digital sebesar Rp500 ribu. Kemudian korban memproses permintaan isi saldo dompet digital tersebut. Terduga pelaku lalu menyerahkan uang Rp500 ribu dengan pecahan Rp50 ribu.

"Korban kemudian menerima uang Rp500 ribu dari terduga pelaku. Nah saat itu, korban merasa curiga dengan uang dari terduga pelaku karena tekstur uang yang dipegang agak berbeda," kata Gofur.

ADVERTISEMENT

Terduga pelaku yang masih ada di konter tersebut, kemudian diminta mengembalikan saldo yang sudah diterima dari korban. Pelaku akhirnya mengembalikan transaksi yang sudah masuk.

"Pelaku akhirnya mengembalikan saldo sebesar Rp 200 ribu, dan mengambil kembali uang palsunya, dan segera meninggalkan lokasi. Jadi uang yang palsu itu tidak semuanya, hanya Rp200 ribu," kata Gofur.

Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait peredaran uang palsu di wilayah Cililin. Beberapa saksi sudah dimintai keterangan terkait uang palsu yang coba diedarkan terduga pelaku.

"Jadi kami saat ini masih melakukan penyelidikan terkait peredaran uang palsu tersebut. Beberapa saksi sudah kami minta keterangan, kebetulan belum ada kerugian," ujar Gofur.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads