4 Fakta Kasus Pencabulan ABG Perempuan Disabilitas di Sukabumi

4 Fakta Kasus Pencabulan ABG Perempuan Disabilitas di Sukabumi

Rifat Alhamidi - detikJabar
Selasa, 12 Mei 2026 08:30 WIB
Poster
Kekerasan Seksual. Foto: Edi Wahyono
Sukabumi -

Nasib memilukan dialami seorang perempuan dengan kondisi berkebutuhan khusus asal Sukabumi berinisial E (14). Ia jadi korban pencabulan oleh pria tak dikenal.

Lantas bagaimana ceritanya? Berikut rangkuman faktanya:

Dilakukan di Belakang Gedung Kampus

Aksi bejat itu dilakukan pelaku di semak-semak belakang gedung fakultas di siang bolong. Beruntung, kelakuan bejat pelaku akhirnya ketahuan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Paman korban, A (34), menceritakan bahwa peristiwa memilukan itu terjadi pada Rabu, 15 April 2026 sekitar pukul 10.00 WIB. Kejadian ini terungkap setelah seorang petugas keamanan kampus memergoki aksi pelaku dan mengantarkan korban pulang ke rumahnya di kawasan Kampung Gadog.

ADVERTISEMENT

"Saksi ini (penjaga kampus) dia yang pertama kali melihat langsung kejadian di belakang gedung kampus, di semak belukar belakang kampus itu," ujar A saat memberikan keterangan kepada detikJabar, Senin (11/5/2026).

Modus Iming-iming Uang Rp 5.000

Berdasarkan keterangan yang dihimpun keluarga, pelaku melancarkan aksinya dengan cara membujuk korban yang sedang berada di jalanan. Saat itu, korban diketahui sedang terpisah dari ibunya yang sehari-hari bekerja mencari barang rongsok.

Pelaku diduga memberikan iming-iming uang sebesar Rp 5.000 agar korban mau menuruti kemauannya.

"Dia (pelaku) menjelaskan kronologisnya, dia (korban) itu diiming-imingi uang sebesar 5.000 lalu dibawa naik motor ke gedung tersebut," terang A.

Korban Mendapat Kekerasan

Pihak keluarga yang merasa terpukul langsung melakukan pemeriksaan medis secara mandiri. Hasil sementara menunjukkan adanya indikasi kekerasan seksual pada alat kelamin korban, serta luka memar di bagian wajah.

"Ada indikasi lecet di alat kelaminnya. Bahkan dia sedikit trauma juga, kalau dipegang itu dia trauma," tambahnya.

Diselidiki Kepolisian

Kasus ini kini tengah ditangani oleh jajaran Polres Sukabumi. Pihak kepolisian fokus pada pemulihan kondisi kejiwaan korban mengingat statusnya sebagai anak berkebutuhan khusus.

Kanit PPA Satreskrim Polres Sukabumi, IPDA Akhmad Fauzi, membenarkan adanya laporan terkait kejadian tersebut. Ia menyebutkan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan pendalaman.

"Sedang dilakukan assessment psikologis," ujar IPDA Akhmad Fauzi singkat kepada wartawan.

Sebelumnya, korban juga telah mendapatkan atensi dari UPTD PPA Kabupaten Sukabumi dan Dinas Sosial untuk proses asesmen dan pendampingan lebih lanjut.

(ral/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads