Lini masa media sosial di Garut sedang ramai dengan aksi seseorang sembari mengacungkan samurai. Masalahnya, pria berkaus abu-abu tersebut ditengarai merupakan salah seorang anggota kepolisian. Lantas bagaimana kronologinya? Berikut rangkuman faktanya:
Ngamuk Sembari Bawa Samurai
Pria itu diduga dalam keadaan mabuk, lalu mengamuk dan menyerang lapak pedagang di Jalan Letjen Ibrahim Adjie, Garut pada Selasa (19/5). Dia diduga merupakan oknum anggota Polri, dan membawa senjata tajam jenis samurai.
Dalam video yang beredar, pria ini terlihat sempoyongan sambil mencak-mencak, sembari mengeluarkan kata-kata kasar dan menodongkan pedang samurai tersebut. Tak lama berselang, sejumlah warga yang berada di lokasi berhasil melumpuhkannya dan jadi sasaran amukan massa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Acungkan Samurai ke Warga
Suasana menjadi mencekam saat lelaki yang turun dari mobil tersebut mencabut samurai dan mengacungkannya kepada warga di sana.
Menurut Dezan, warga sekitar, pria tersebut sempat merusak tenda pedagang dan pintu sebuah warung yang ada di TKP. "Ada tenda pedagang yang dirusak," katanya.
Cari Anggota DPR RI
Belakangan diketahui, aksi nekat pria ini karena mencari keberadaan Anggota DPR RI Ade Ginanjar. Kebetulan, anggota dewan yang dimaksud memiliki tempat tinggal di sekitar TKP.
Menurut keterangan sejumlah pedagang di lokasi, pria tersebut datang menggunakan mobil dan langsung turun sambil membawa samurai setibanya di lokasi.
"Iya kan ada di video juga, nyari-nyari Pak Haji (Ade Ginanjar)," ungkap Wilma (30), pedagang setempat.
Warga Hampir Kena Bacok
Wilma, yang ada di Jalan Letjen Ibrahim Adjie menjelaskan, saat kejadian itu, tenda jualan es teler milik kakak iparnya yang menjadi korban.
Wilma menjelaskan pria itu datang membawa senjata tajam dan pistol. Pernyataan Wilma tersebut diperkuat dengan rekaman video amatir lainnya, yang merekam kejadian tersebut.
"Kakak saya sempat hampir kena bacok. Tapi beruntung tidak kena," ujar wanita berumur 30 tahun tersebut.
Polisi Lakukan Penelusuran
Terkait kejadian ini, Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan mengaku akan melakukan penelusuran. Sementara Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto membenarkan kejadian tersebut. Menurut Yugi, saat ini yang bersangkutan sedang diobati.
"Karena ada luka. Baru nanti setelah itu akan kami lakukan pemeriksaan," ucap Yugi kepada detikJabar.
Respons Ade Ginanjar
Terkait aksi teror tersebut, Ade Ginanjar buka suara. Menurut Ade, dirinya mengetahui oknum polisi yang melakukan aksi teror tersebut.
"Dulu iya (polisi), tapi sekarang saya tidak tahu sebagai apa sekarang dia. Saya sama orang itu cuman tahu saja. Tidak pernah mau kenal dan tidak pernah diterima kalau mau ketemu saya," ungkap Ade kepada detikJabar via WA, Rabu (20/5/2026).
Pelaku Kerap Buat Onar
Ade mengatakan, lelaki tersebut diketahui berinisial F. Dia merupakan warga Garut selatan, yang selama ini menjadi daerah pemilihan Ade.
Menurut Ade, pria tersebut kerap berbuat onar di Garut selatan. "Orang tukang mabuk, memang sudah banyak bikin resah masyarakat di Kecamatan Pameungpeuk. Masyarakat sudah tahu," katanya.
Tak di Lokasi saat Kejadian
Saat kejadian berlangsung, Ade Ginanjar sendiri mengaku tidak ada di lokasi. Sebab, Ade menyebut jika rumah tersebut sudah jarang ditinggalinya.
"Saya enggak tinggal di sana. Itu rumah kosong, saya di Dapil," pungkas Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Golkar tersebut.
(ral/yum)