Aksi komplotan pencuri sepeda motor di kediaman Ujang, warga Ranca Bungur, Palabuhanratu, terekam jelas oleh kamera pengawas (CCTV).
Sebelum menggasak motor yang biasa dipakai korban untuk mencari nafkah dan mengantar anak sekolah itu, si maling bahkan terekam asyik mengisap rokok dengan santainya.
Berdasarkan rekaman CCTV, peristiwa nahas itu terjadi dalam suasana malam yang sepi. Ujang baru menyadari motor matik kesayangannya hilang saat hendak beraktivitas pada pagi harinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Awal kejadiannya sekitar jam tiga atau jam empat subuh ya, pagi. Pas saya keluar rumah, motor di tempat biasa udah hilang. Tapi pas dicek CCTV, jelas itu dicuri lah. Ada yang ngambil, yang saya lihat itu ada dua orang," kenang Ujang saat ditemui di Mapolres Sukabumi, Jumat (5/6/2026).
Melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana motor yang menjadi 'kaki' andalan keluarganya dibawa kabur, Ujang tak mau tinggal diam. Berbekal rekaman CCTV tersebut, ia langsung mencari keadilan.
"Begitu hilang, saya langsung laporan ke Polres Sukabumi. Ya alhamdulillah ada respons. Sekitar dua mingguan lah (hilang), sampai sekarang ada, ditemukan motornya," tuturnya lega.
Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras jajaran Polres Sukabumi yang tengah menggelar Operasi Jaran Lodaya 2026 untuk menggulung komplotan sindikat curanmor di wilayah tersebut.
Betapa leganya hati Ujang saat melihat motor yang sangat vital untuk rutinitas kerja dan mengantar anaknya ke sekolah itu kembali. Namun, ia mendapati kendaraannya sudah sedikit 'dipermak' oleh tangan jahil pelaku.
Demi menghilangkan jejak, maling tersebut memalsukan identitas kendaraan dengan mengganti pelat nomornya.
Kendaraan Ujang yang aslinya bernomor polisi F 50004 FLH, disulap oleh pelaku menjadi pelat B (Jakarta).
"Oh ini sebenarnya bukan ini, ini diganti sama pelaku. Aslinya itu pelat F," ungkap Ujang sambil menunjuk area pelat nomor kendaraannya.
Selain pelat nomor palsu yang dipasang pelaku, Ujang juga menemukan beberapa komponen kendaraannya rusak akibat dibobol paksa. Kendaraan yang biasa ia pakai wara-wiri itu kini kehilangan beberapa fungsi standarnya.
"Itu juga rusak tuh, udah nggak ada step (pijakan kaki), dan starter-nya juga mati," ucapnya.
Kendati motornya mengalami sedikit kerusakan dan sempat berganti 'identitas', rasa syukur tetap mendominasi hati Ujang. Motor tersebut kini bisa dibawa pulang untuk kembali menopang ekonomi keluarganya tanpa harus menebus biaya sepeser pun kepada polisi.
Ia pun memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada aparat penegak hukum yang berhasil menumpas komplotan kejahatan yang meresahkan tersebut.
"Sekali lagi saya banyak mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolres beserta jajarannya yang begitu sigap dan cepat untuk menangkap si pelaku," pungkas Ujang dengan senyum bahagia.
(sya/sud)