Viral Ayah Perkosa Anak Kandung di Pelosok Sukabumi

Viral Ayah Perkosa Anak Kandung di Pelosok Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Jumat, 05 Jun 2026 21:22 WIB
Ilustrasi pencabulan anak. (Andhika Akbarayansyah/BeritaKlik)
Ilustrasi pencabulan anak. (Andhika Akbarayansyah/BeritaKlik)
Sukabumi -

Sebuah kisah memilukan dari pelosok Sukabumi viral dan menggegerkan jagat media sosial. Seorang ayah diduga tega mencabuli dan memerkosa anak kandungnya sendiri yang baru berusia 11 tahun.

Kasus ini menuai sorotan tajam karena dikabarkan berujung 'damai' lantaran pihak keluarga korban terkendala biaya untuk melapor ke polisi.

Informasi dugaan kekerasan seksual yang terjadi di wilayah Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi ini pertama kali mencuat melalui unggahan akun Facebook 'Chacha's Hits daily life'.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan tangkapan layar yang dilihat detikJabar, akun tersebut mengunggah foto seorang pria berkaus putih-biru yang diduga sebagai pelaku, tengah memegang anak perempuan berbaju merah. Untuk melindungi identitas korban, wajah anak tersebut ditutupi dengan stiker emoticon.

Di dalam foto tersebut juga disematkan tulisan tebal yang menohok: "bapak yg tega memprksa anak kandungnya hingga *********". Sementara pada kolom keterangan, pengunggah secara gamblang menyuarakan desakan penangkapan.

ADVERTISEMENT

"Ini adalah pelaku pmerkosa anak kandungnya di kecamatan surade sukabumi.. viralkan & tangkap pelaku sudah meresahkan warga disana. Ibu korban tidak bs melapor karena di intimidasi dan korban usia 11 tahun kelas 5 SD.. saat ini pelaku masih bebas," tulis keterangan unggahan tersebut.

Berawal dari Curhatan Warga via WhatsApp

detikJabar berhasil mewawancarai Eva Rosalina, ibunda dari Chacha (pemilik akun medsos tersebut), untuk mengonfirmasi rentetan informasi yang viral itu. Diketahui akun tersebut iikuti oleh sebanyak 322 ribu pengikut, sementara unggahan soal peristiwa tersebut sudah diposting ulang oleh warganet lainnya.

Kepada detikJabar, Eva menuturkan bahwa ia mendapatkan laporan tersebut langsung dari warga di kawasan Jampang pada Selasa (2/6/2026) lalu.

"Warga di sana itu banyak yang bingung mau memviralkan kasus ini dari mana. Kebetulan anak saya content creator, jadi anak saya membantu untuk mengangkat kasus ini di sosial medianya biar cepat diusut," ungkap Eva kepada detikJabar, Jumat (5/6/2026) malam.

Eva menambahkan, putrinya yang juga dikenal luas lewat program 'Si Bolang' tersebut memang sangat berfokus pada isu anak. Pada bulan Juli mendatang, Chacha rencananya akan dinobatkan sebagai Duta Anak Pelecehan Seksual dan Bullying di DKI Jakarta.

Korban Trauma, Luka Hanya Diobati Kunyit

Berdasarkan kronologi yang diterima Eva, insiden biadab tersebut bermula saat keluarga itu menginap di rumah saudara. Saat hendak pulang, pelaku justru membawa anaknya ke rumah mereka yang sedang kosong, lalu mengunci pintu. Aksi bejat itu baru diketahui pada sore harinya saat sang ibu pulang.

Nahasnya, korban tidak mendapatkan penanganan medis yang memadai.

"Anak itu (kemaluannya) robek. Tadinya kan harus dijahit, tapi sama orang di sana disuruh udah dikasih kunyit aja. Kasihan saya sebenarnya, itu jauh di pelosok sekali," tutur Eva miris mengetahui korban yang terus murung tiga hari terakhir.

Mengetahui darah dagingnya dirusak oleh suaminya sendiri, sang ibu hancur dan sangat marah. Eva menyebut, ibu korban saat itu bahkan sempat mengambil pisau dapur.

Namun, kasus ini justru diakhiri dengan surat pernyataan damai karena pelaku mengintimidasi keluarga.

"Kalau dipermasalahkan atau dilaporkan ke kantor polisi, si pelaku mengancam akan bunuh diri," papar Eva.

Merespons hal tersebut, Eva mengaku telah berkoordinasi langsung dengan pihak kepolisian. Ia mendesak agar penegak hukum menjemput bola, segera menangkap pelaku, dan memberikan perlindungan medis serta psikologis kepada korban.

Ia bahkan siap memfasilitasi safe house atau rumah aman di Jakarta untuk masa pemulihan.

"Kalau ada yang mau bawa (korban) ke Jakarta ya silakan, saya menerima di tempat saya. Pelaku harus diadili seadil-adilnya karena ini udah tidak ada yang namanya kekeluargaan kalau udah menyangkut anak kandung diperkosa," pungkas Eva dengan tegas.

Dikonfirmasi terpisah, Camat Surade U Suryana membenarkan kabar tersebut. Menurutnya ia sudah menerima informasi soal itu dari kepala desa setempat.

"Itu kemarin teh ada berita dari Pak Kades. Katanya oleh Pak Kades sudah ditangani. Sudah diamankan anak dan ibunya. Terus itunya katanya, pihak orang tuanya (pelaku) udah diamankan sama aparat berwajib gitu, kalau nggak salah dari Pak Kadesnya," singkat Suryana.

(sya/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads