WO di Bandung Bawa Kabur Uang Rp 2,4 M, Sejumlah Korban Lapor Polisi

WO di Bandung Bawa Kabur Uang Rp 2,4 M, Sejumlah Korban Lapor Polisi

Wisma Putra - detikJabar
Sabtu, 06 Jun 2026 12:19 WIB
Ilustrasi Penipuan
Ilustrasi penipuan (Foto: BeritaKlik/Ilustrasi oleh Mindra Purnomo).
Bandung -

Tanggal 21 Juni 2026 menjadi tanggal sakral bagi Sunsun Nugraha Tasdik. Pria asal Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, itu akan melangsungkan resepsi pernikahan dengan istrinya pada tanggal tersebut.

Dua pekan menjelang resepsi pernikahan, owner wedding organizer atau WO yang dipercaya untuk mengatur resepsi pernikahannya kabur entah ke mana. Sunsun sudah menghubungi owner WO yang diketahui merupakan seorang perempuan berinisial SR asal Kecamatan Paseh itu, namun tak ada kabar.

Merasa ditipu oleh WO tersebut, Sunsun dan istrinya, Wulan, yang sudah melaksanakan akad nikah pada 1 Juni 2026 lalu, melaporkan kejadian ini ke Ditreskrimum Polda Jabar. Tak hanya Sunsun, sejumlah pasangan pengantin lain yang merasa ditipu oleh terduga pelaku juga turut melapor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya dan teman-teman dari yang diduga akan menjadi korban dari salah satu wedding organizer yang ada di Kabupaten Bandung. Dugaan (penipuan) ini muncul ketika ada beberapa laporan dari teman-teman yang memang sudah terbukti dan sudah terjadi adanya penipuan terkait pelaksanaan pernikahan mereka yang tidak terlaksana karena tidak adanya pembayaran dari WO tersebut ke vendor-vendor yang sudah dijanjikan," kata Sunsun di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Sabtu (6/6/2026).

ADVERTISEMENT

Sunsun menyebut, korban yang melakukan pelaporan rata-rata belum melaksanakan resepsi pernikahan.

"Memang rata-rata sih yang ikut pelaporan sekarang itu belum, belum melaksanakan pernikahannya. Tapi sudah ada indikasi terkait akan terjadinya hal yang sama, hal yang serupa, karena dari beberapa calon pengantin juga sudah konfirmasi ke vendor-vendor yang memang dijanjikan sebelumnya oleh si wedding organizer, dan memang tidak ada pembayaran atau DP untuk tanggal-tanggal tersebut," ungkapnya.

Dalam kejadian ini, Sunsun mengalami kerugian puluhan juta rupiah. Ia menyebut untuk pelaksanaan resepsi pernikahan yang akan digelar pada 21 Juni mendatang itu, dirinya sudah memasukkan uang Rp70 juta kepada terduga pelaku.

"Kalau saya pribadi udah Rp70 jutaan," ujarnya.

Sunsun menyebut, para korban WO bodong ini sudah membuat forum di grup WhatsApp yang anggotanya mencapai 140 orang. Sebanyak 80 persen merupakan pengantin dan 20 persen lainnya adalah vendor. Total kerugian ditaksir mencapai lebih dari Rp2 miliar.

"Kalau kita totalkan dari jumlah semua korban, itu kurang lebih mencapai Rp 2,4 miliar," ucapnya.

Modus Wedding Murah

Sunsun menyebut terduga pelaku mengiming-imingi biaya WO yang murah sehingga membuat para korban tergiur.

"Yang kalau saya baca, modusnya awal modusnya itu dia mengiming-imingi terkait paket yang memang cukup murah dan cukup menggiurkan untuk para calon pengantin. Namun memang ternyata ketika kita hitung sendiri, memang budget-nya tidak masuk, dan kita memang terjeblosnya di situ," jelasnya.

Meski terduga pelaku sudah dilaporkan, Sunsun menyebut ia dan korban lainnya masih membuka pintu mediasi jika pelaku memiliki niat baik.

"Harapan kami, dari saya pribadi, dari calon pengantin yang lain dan mungkin dari vendor, kami masih membuka peluang untuk bermediasi dengan kita. Dan mudah-mudahan ada jalan keluar untuk teman-teman dari calon pengantin yang memang diduga akan menjadi korban," tuturnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan belum mendapatkan laporan dari penyidik Ditreskrimum. Namun, menurutnya, siapa pun yang merasa menjadi korban diimbau untuk segera melapor.

"Silahkan untuk laporan," ujarnya via sambungan telepon.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Ketua RT Cerita Ada Pegawai WO Ayu Puspita Ngadu Belum Digaji"
[Gambas:Video 20detik]
(wip/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads