Satreskrim Polres Sukabumi mengungkap kronologi resmi terkait aksi tawuran antarpelajar yang pecah di Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi pada Selasa (17/6/2026).
Polisi menyebut aksi berdarah ini melibatkan dua kelompok remaja dari wilayah yang berbeda.
Kasat Reskrim Polres Sukabumi IPTU Dudi Suharyana mengungkapkan, tempat kejadian perkara (TKP) persisnya berada di Jalan Geopark Ciletuh, Kampung Loji, Desa Loji, Kecamatan Simpenan. Insiden ini terjadi pada Selasa (16/6/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan hasil penyelidikan intensif pihak kepolisian, bentrokan ini bukan terjadi secara spontan.
Kedua kelompok remaja tersebut ternyata sudah saling berkomunikasi terlebih dahulu untuk merencanakan aksi kekerasan tersebut.
"Sebelum kejadian, para remaja tersebut terlebih dahulu berkomunikasi dan sepakat untuk bertemu di lokasi yang telah ditentukan," kata Dudi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (17/6/2026).
Ketika kedua kelompok massa pelajar ini tiba di titik temu Jalur Geopark Ciletuh, situasi langsung memanas. Tanpa basa-basi, bentrokan bersenjata tajam langsung pecah di lokasi kejadian.
"Setelah kedua kelompok remaja bertemu di lokasi kejadian, terjadi aksi kekerasan menggunakan senjata tajam yang mengakibatkan dua korban mengalami luka pada bagian punggung dan bahu belakang," jelas Dudi.
Korban Dilarikan ke RSUD Palabuhanratu
Akibat sabetan senjata tajam yang membabi buta, dua anak di bawah umur yang menjadi korban mereka berusia 15 dan 14 tahun. Keduanya langsung dievakuasi dari lokasi. Mereka diketahui berstatus sebagai pelajar yang berasal dari Kecamatan Palabuhanratu.
Polisi memastikan kedua korban saat ini sudah berada di bawah penanganan tim medis untuk merawat luka robek serius di tubuh mereka.
"Korban kemudian langsung dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis di RSUD Palabuhanratu," tambah Dudi.
Bergerak cepat setelah menerima laporan warga dan video kejadian yang viral, Tim Satreskrim Polres Sukabumi langsung melakukan perburuan.
Hasilnya, seorang terduga pelaku utama yang masih berusia 15 tahun langsung diringkus petugas.
Selain menangkap terduga pelaku utama, polisi juga mengamankan sejumlah remaja lain yang berada di lokasi kejadian untuk digali keterangannya demi mendalami peran mereka masing-masing.
Ketegangan di lokasi tawuran juga terbukti dari mengerikannya jenis senjata tajam yang dibawa para pelajar ini. Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita sejumlah senjata tajam berukuran besar yang diduga kuat digunakan untuk melukai korban.
"Polisi turut mengamankan barang bukti berupa dua bilah cerulit, satu bilah samurai, dan satu bilah golok yang diduga digunakan dalam aksi tawuran tersebut," pungkas Dudi.
(sya/yum)
