Menengok Kosan yang Jadi Lokasi Penyekapan-Penganiayaan Wanita Bandung

Menengok Kosan yang Jadi Lokasi Penyekapan-Penganiayaan Wanita Bandung

Yuga Hasani - detikJabar
Selasa, 23 Jun 2026 14:23 WIB
Suasana kosan terduga pelaku dan korban di Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung
Suasana kosan terduga pelaku dan korban di Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung (Foto: Yuga Hasani/detikJabar).
Kabupten Bandung -

Nasib malang menimpa seorang wanita berinisial YTR (29). Ia diduga menjadi korban penganiayaan berulang di sebuah kamar kos yang berlokasi di Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Aksi keji ini diduga dilakukan oleh kekasihnya sendiri, Taufik Hidayat (30).

Pantauan detikJabar di lokasi pada Selasa (23/6/2026), kosan tersebut tersembunyi di dalam sebuah gang, berjarak sekitar 50 meter dari jalan raya. Bangunan dua lantai itu berbatasan langsung dengan area persawahan dan permukiman warga. Kamar yang menjadi saksi bisu penderitaan korban berada di lantai bawah, tepat di depan gerbang pagar.

Kondisi kamar kos tersebut kini tertutup rapat dan terkunci. Penjaga kos masih enggan membuka pintu tersebut karena masih menunggu instruksi lebih lanjut dari pihak kepolisian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan rekaman video yang beredar, kondisi di dalam kamar tampak sangat memprihatinkan. Ruangan tersebut dipenuhi sampah yang berserakan dengan sebuah kasur biru dan bantal putih yang kondisinya sudah lapuk.

ADVERTISEMENT

Kasus ini mulai terendus warga sekitar yang kerap menaruh curiga. Warga mengaku sering mendengar suara benturan keras dari balik tembok kosan tersebut. Diketahui, pasangan ini telah menempati kamar tersebut sejak 9 Maret 2026 lalu.

Suasana kosan terduga pelaku dan korban di Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten BandungSuasana kosan terduga pelaku dan korban di Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung (Foto: Yuga Hasani/detikJabar).

Mulyati, istri penjaga kos, mengungkapkan bahwa selama ini korban hampir tidak pernah terlihat keluar kamar. Aktivitas di luar rumah sepenuhnya dilakukan oleh terduga pelaku, Taufik Hidayat.

"Pelaku suka ke luar kosan untuk beli nasi atau keluar sebentar juga selalu dikunci. Takut ada orang atau feeling siapa-siapa masuk ke kosan," ujar Mulyati saat ditemui di lokasi kejadian.

Kepada pengelola kos, Taufik Hidayat kerap berdalih mengenai kondisi pasangannya yang tidak pernah bersosialisasi. Ia mencoba menutupi keadaan korban dengan alasan masalah kesehatan mata yang serius.

"Iya dia suka bahas pasangannya. Dia bilang sakit matanya mau operasi di RS. Cuma harus pakai BPJS dan harus ada uang Rp10 juta. Katanya istrinya itu kondisi matanya minus 17, jadi mata nggak lihat dari kecil dan bilangnya orang tua cewenya itu di Jawa," katanya.

Kasus ini saat ini tengah dalam penyelidikan polisi. Polda Jawa Barat bahkan telah membentuk tim khusus untuk memburu Taufik Hidayat.

Selain itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sampai membuat sayembara Rp 250 juga bagi siapa saja yang bisa memberi informasi tentang keberadaan Taufik Hidayat.

Sementara, korban saat ini masih menjalani perawatan intensif di Rumsah Sakit Hasan Sadikin.




(mso/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads