Viral PMI Asal Cianjur Minta Tolong Prabowo Sambil Berlumuran Darah

Viral PMI Asal Cianjur Minta Tolong Prabowo Sambil Berlumuran Darah

Ikbal Selamet - detikJabar
Senin, 29 Jun 2026 13:24 WIB
Ujang tunjukan video yang istri yang meminta pulang dengan wajah bersimbah darah
Ujang tunjukan video yang istri yang meminta pulang dengan wajah bersimbah darah (Foto: Ikbal Selamet/detikJabar)
Cianjur -

Video Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Cianjur dengan wajah bersimbah darah meminta pertolongan Presiden Prabowo dan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi viral. Korban dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus pemberangkatan PMI ke Timur Tengah itu diduga alami luka lantaran terus bekerja dalam kondisi sakit.

Dalam video berdurasi 59 detik, itu perempuan yang berasal dari Kampung Babakan Turuy, Desa Karangwangi, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur itu tampak menangis meminta pertolongan.

Wajahnya pun dipenuhi darah yang mengalir dari bagian atas kepalanya. Bahkan pakaiannya pun dipenuhi darah yang terus keluar dari lukanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tolong bapak presiden, bapak gubernur. Saya hanya ingin pulang. Saya tidak kuat. Kerja di dua rumah, saya sering sakit, sering pingsan," ungkap Ai dalam videonya.

Ujang Suryana (42), suami Ai, mengatakan video tersebut dikirim sang istri sekitar tiga pekan lalu. Diketahui jika ibu dari lima anak tersebut terjatuh usai pingsan saat memaksakan bekerja.

ADVERTISEMENT

"Istri saya sedang sakit. Tapi karena pembantu di rumah tersebut hanya satu orang. Jadi terpaksa tetap bekerja mesti sakit. Sehingga pingsan dan jatuh ke meja kaca," kata dia saat ditemui di rumahnya, Senin (29/6/2026).

Menurut dia, meja kaca tersebut pecah menyebabkan kepala Ai terluka hingga mengeluarkan darah.

"Meja kacanya pecah tertimpa kepala dan badan istri saya yang pingsan. Jadinya pecahan itu melukai kepala istri saya," kata dia.

Ujang mengungkapkan, sang istri yang sudah bekerja selama 14 bukan di Timur Tengah memang kerap kali meminta agar bisa dipulangkan.

Apalagi, dalam kurun waktu tersebut Ai dipindah-pindah majikan hingga sebanyak 9 kali.

"Belum lagi tempat bekerjanya tidak sesuai yang dijanjikan. Bilangnya mau ditempatkan di Turki, tapi ternyata dipekerjakan di Libya," kata dia.

Dia mengaku sempat mendatangi rumah dari sponsor yang memberangkatkan sang istri. Tetapi ternyata rumahnya sudah kosong.

"Katanya banyak yang mendatangi karena bermasalah. Jadi rumahnya sekarang kosong. Permasalahannya sama dengan istri saya, pemberangkatan tidak sesuai," kata dia.

Dia berharap sang istri bisa segera dipulangkan ke Cianjur. "Kasihan istri saya sering sakit, gaji hanya Rp 4,3 juta tapi bekerja di dua rumah. Kami berharap bisa segera dipulangkan, berkumpul lagi dengan keluarga," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Cianjur Deny Widya Lesmana, mengatakan pihaknya sudah menindak lanjuti laporan PMI Cianjur asal Ciranjang tersebut.

"Dari Camat dan petugas kami sudah ke rumahnya. Kami upayakan segera bisa dipulangkan," ujar dia.

Menurut dia, Ai diduga menjadi korban TPPO dengan modus pemberangkatan PMI. Diduga perempuan itu juga berangkat ke Timur Tengah secara ilegal.

"Pemberangkatan PMI di sektor nonformal ke Timur Tengah masih moratorium. Jadi kemungkinan besar dia (Ai) berangkat secara ilegal. Meski begitu tetap kami akan upayakan pemulangan," kata dia.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads