Kasus penyekapan wanita di Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya berakhir damai. Sebelumnya, wanita di bawah umur itu disekap sebagai jaminan utang sebesar Rp 14 juta.
Berikut fakta-fakta seputar kasus ini.
Berakhir Damai
Pihak orang tua korban memutuskan untuk menyelesaikan permasalahan ini melalui jalur musyawarah atau kekeluargaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya orang tua dari anak yang menjadi korban penyekapan menyampaikan bahwa kejadian penyekapan yang terjadi pada tanggal 29 Juli 2026 di Perum Kota Baru tersebut merupakan kesalahpahaman," kata Anggiat Bakara, bapak kandung korban, di Mapolres Tasikmalaya Kota, Rabu (1/7).
Ortu Tak Beberkan Kronologi Kejadian
Meski tak membeberkan detail tentang apa yang menimpa anaknya, Anggiat menyatakan apresiasi terhadap semua pihak yang telah membantu penyelesaian kasus tersebut.
"Dengan ini saya juga menyampaikan terima kasih, kepada pihak-pihak yang telah menjembatani atau memfasilitasi terjadinya kesepakatan," kata Anggiat.
Dipicu Utang
Sebelumnya, kasus ini mencuat setelah korban melapor ke polisi melalui call center 110 karena merasa disekap selama hampir sepekan. Pemicunya, ia memiliki utang Rp14 juta kepada bosnya. Korban merupakan pegawai Kosipa (koperasi simpan pinjam), di mana tunggakan tersebut muncul lantaran uang setoran nasabah ia gunakan untuk kepentingan pribadi.
Selama penyekapan, polisi tidak menemukan adanya tindak kekerasan yang dilakukan majikan terhadap korban.
Korban Dibebaskan
Informasi yang dihimpun detikJabar, usai penyelesaian masalah ini, korban dibebaskan dari kewajiban utang Rp14 juta tersebut.Korban sendiri merupakan remaja dari keluarga yang tidak utuh (broken home) dan tinggal bersama adik-adiknya, sementara kedua orang tuanya sudah menikah lagi. Gadis yang tak tamat SMP ini akhirnya berjuang sendiri mencari penghasilan dengan bekerja di Kosipa.
Korban Gunakan Uang Nasabah
Kepada salah seorang pendamping, korban mengakui telah menggunakan uang setoran nasabah tersebut. Namun, ia beralasan uang itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari serta membayar biaya sekolah adiknya.Korban juga mengaku, saat disekap ia memberanikan diri menghubungi polisi agar bisa keluar dari rumah itu, untuk kemudian mencari pekerjaan lain demi melunasi utangnya.
(wip/yum)
