Kapan Malam Nisfu Syaban 2026? Cek Tanggal dan Keutamaannya

Kapan Malam Nisfu Syaban 2026? Cek Tanggal dan Keutamaannya

Shifa Lupiah Ajijah - detikJabar
Rabu, 28 Jan 2026 14:59 WIB
Ilustrasi Nisfu Syaban
Foto: Adnan Khalid/Pixabay
Bandung -

Malam pertengahan bulan Sya'ban merupakan salah satu momen spiritual yang senantiasa dinanti-nantikan oleh umat Muslim di berbagai belahan dunia, tak terkecuali di Indonesia. Dikenal sebagai malam pembebasan, Nisfu Syaban memegang peranan penting dalam kalender Islam sebagai gerbang pembuka menuju bulan suci Ramadan.

Malam Nisfu Syaban diyakini penuh dengan keberkahan dan pengampunan, malam ini menjadi waktu di mana umat Muslim berbondong-bondong untuk melaksanakan serangkaian ibadah. Namun, di tengah antusiasme tersebut, sering kali muncul pertanyaan mendasar yaitu kapan tepatnya Malam Nisfu Syaban pada tahun 2026 akan jatuh?

Berikut adalah ulasan mengenai prediksi tanggal, hakikat keutamaan, serta panduan amalan yang didasarkan pada dalil dan anjuran para ulama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tanggal Malam Nisfu Syaban 2026

Berdasarkan kalender Islam global dan metode hisab yang umum digunakan di Indonesia. Awal bulan Sya'ban 1447 H diperkirakan jatuh pada 20 Januari 2026. Maka, malam Nisfu Syaban (malam ke-15) diprediksi akan jatuh pada Selasa malam, 3 Februari 2026, hingga menjelang subuh pada Rabu, 4 Februari 2026.

Kepastian tanggal ini nantinya akan bergantung pada rukyatul hilal atau pengamatan bulan terkait menjelang hari H. Namun, estimasi ini dapat menjadi acuan bagi Anda untuk mempersiapkan diri.

ADVERTISEMENT

Makna dan Keutamaan Malam Nisfu Syaban

Dikutip dari buku Hujjah Ilmiah Amalan di Bulan Sya'ban karya Buya Yahya, bulan Sya'ban adalah bulan yang sangat mulia. Secara etimologi, nama "Sya'ban" berasal dari kata Syi'b yang berarti jalan kebaikan. Ini adalah jalan setapak yang mengantarkan umat Islam menuju puncak ibadah di bulan Ramadan.

Terdapat banyak kemuliaan yang terkandung di malam Nisfu Syaban. Merujuk pada berbagai literatur hadis, berikut adalah tiga keutamaan utamanya:

1. Malam Penuh Ampunan

Sebuah hadis dalam kitab Shahih Ibnu Hibban yang diriwayatkan dari Mu'adz bin Jabal RA, Rasulullah SAW bersabda mengenai luasnya ampunan Allah pada malam ini:

"Allah SWT memperhatikan makhluk-Nya pada malam Nisfu Syaban dan mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan (musyahin)." (HR. Ibnu Hibban, disahihkan oleh Al-Albani)

Dalam riwayat lain dari Ibnu Majah, disebutkan pula bahwa Allah memandang hamba-Nya dan memberikan ampunan, kecuali bagi mereka yang menyimpan dendam.

2. Waktu Mustajab Dikabulkannya Doa

Malam ini termasuk dalam daftar waktu yang sangat dianjurkan untuk berdoa. Imam Syafi'i dalam kitab Al-Umm berkata:

"Saya pernah mendengar bahwa doa tidak akan tertolak oleh Allah Ta'ala pada lima malam, yaitu: Malam Jumat, Malam Idulfitri, Malam Iduladha, Malam 1 Rajab, dan Malam Nisfu Syaban."

3. Penetapan Nasib Manusia

Beberapa ulama menafsirkan bahwa malam ini adalah malam pelaporan amal sekaligus penetapan takdir tahunan, meskipun pandangan lain mengaitkan penetapan takdir ini dengan Lailatul Qadr.

Ketika Nabi Muhammad SAW membacakan firman Allah dalam Surah Ar-Ra'd ayat 39: "Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauhul Mahfuzh)," Nabi mengisyaratkan bahwa momen tersebut terjadi pada malam Nisfu Syaban.

Amalan Malam Nisfu Syaban

Untuk mengisi malam yang mulia ini, para ulama menganjurkan berbagai amalan sunah guna mendekatkan diri kepada Allah SWT. Berikut adalah rincian amalan yang dapat Anda lakukan:

1. Membaca Al-Qur'an

Salah satu tradisi yang baik dan dianjurkan oleh sebagian besar ulama, terutama di Indonesia adalah membaca Surah Yasin sebanyak tiga kali selepas shalat Magrib secara berjamaah atau munfarid. Setiap bacaan disertai dengan niat khusus.

Bacaan pertama diniatkan agar diberikan umur panjang dalam ketaatan dan ibadah. Bacaan kedua diniatkan agar diberikan rezeki yang halal, melimpah, dan berkah, serta dijauhkan dari bala (bencana). Bacaan ketiga diniatkan agar ditetapkan iman Islamnya dan wafat dalam keadaan husnul khatimah.

2. Memperbanyak Zikir

Zikir merupakan salah satu pembersih hati. Pada malam Nisfu Syaban, dianjurkan memperbanyak istighfar, minimal sebanyak 70 kali atau lebih, sebagai bentuk pertobatan.

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَ أَسْأَلُهُ التَّوْبَةَ

Arab Latin: Astaghfirullah wa as aluhut taubah

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah dan aku meminta kepada-Nya agar diterima tobatku."

3. Shalat Sunnah

Menghidupkan malam dengan salat sunah adalah cara terbaik berkomunikasi dengan Sang Pencipta. Adapaun shalat sunah yang dapat dilakukan salah satunya shalat tahajud yang dilakukan di sepertiga malam terakhir. Selain itu shalat hajat atau tasbih untuk memohon keinginan khusus dan menyucikan diri.

Dalam sebuah hadis riwayat Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa Allah turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir dan menyeru:

"Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka akan Aku beri. Siapa yang memohon ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni."

4. Puasa Sunnah

Selain amalan rangkaian ibadah diatas, puasa sunnah juga dianjurkan pada tanggal 15 Sya'ban. Puasa ini merupakan bagian dari puasa Ayyamul Bidh. Puasa ini diyakini dapat menyucikan jiwa dan memperkuat tekad spiritual sebelum memasuki Ramadhan.

Doa Nisfu Syaban

Doa menjadi senjata utama orang mukmin. Setelah membaca Yasin atau melaksanakan salat, bacalah doa masyhur Nisfu Syaban berikut ini dengan khusyuk:

اَللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ. اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَاقْتِتَارَ رِزْقِيْ، وَاكْتُبْنِيْ عِنْدَكَ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ. فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ "يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ"

Artinya: "Wahai Tuhanku yang Maha Pemberi, Engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemberi segala kekayaan dan segala nikmat. Tiada Tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut. Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauhul Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauhul Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan mendapat taufik untuk berbuat kebaikan. Karena Engkau telah berkata sementara perkataan-Mu adalah benar di kitab-Mu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, 'Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki. Di sisi-Nya Lauhul Mahfuzh.' Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam."

Malam Nisfu Syaban 2026 merupakan momentum berharga untuk menyucikan kembali buku catatan amal kita. Dengan mengetahui tanggal, memahami keutamaan, dan menjalankan amalan seperti membaca Yasin, berzikir, salat malam, serta berdoa, kita berharap dapat menyambut Ramadan dengan hati yang bersih dan jiwa yang tenang.

Halaman 2 dari 4


Simak Video "Ramainya Jemaah Masjid Istiqlal di Malam Nisfu Syaban"
[Gambas:Video 20detik]
(tya/tya)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads