Bukan Sekadar Sariawan, Ini Pemicu Lidah Berwarna Putih

Bukan Sekadar Sariawan, Ini Pemicu Lidah Berwarna Putih

Adi Mukti - detikJabar
Senin, 27 Apr 2026 06:00 WIB
Closeup of a young woman sticking out her tongue.
Ilustrasi lidah (Foto: Getty Images/iStockphoto/arenacreative)
Bandung -

Pernahkah kamu mengalami lidah tiba-tiba berwarna putih? Jangan khawatir, lidah putih sebenarnya memiliki penyebab tersendiri. Lidah pada umumnya berwarna merah, tetapi dalam kondisi tertentu, sebagian area lidah dapat berubah menjadi putih atau keabu-abuan. Ada beberapa faktor yang memicu hal tersebut, mulai dari penyebab umum hingga kondisi medis tertentu.

Oleh karena itu, kamu perlu memperhatikan dengan cermat pola makan dan aktivitas harian. detikJabar telah merangkum beberapa penyebab mengapa lidah kamu bisa berwarna putih. Artikel ini akan menjelaskan penyebab umum yang tidak berbahaya hingga gejala yang mengarah pada kondisi medis tertentu.

Kenapa Lidah Berwarna Putih?

Kondisi lidah putih merupakan istilah untuk menggambarkan munculnya lapisan abu-abu keputihan pada sebagian atau seluruh area lidah. Lapisan ini bisa menutupi seluruh permukaan lidah atau hanya muncul di beberapa titik. Lidah putih memiliki banyak penyebab umum, yang biasanya diakibatkan oleh kondisi rongga mulut yang tidak bersih. Melansir Medical News Today, penyebab paling umum dari lidah putih adalah kebersihan mulut yang buruk. Banyaknya kuman, kotoran, partikel makanan, dan sel mati dapat terjebak di antara papila (benjolan kecil pada lidah).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penyebab Umum Lidah Putih

Penyebab umum lidah berwarna putih adalah mulut kering atau dehidrasi. Kondisi ini disebabkan oleh kadar saliva yang rendah, atau dalam istilah medis disebut sebagai xerostomia. Kondisi tersebut terjadi karena kelenjar ludah di dalam mulut tidak menghasilkan cukup air liur untuk menjaga mulut tetap basah. Hal inilah yang memicu lidah berubah warna menjadi putih.

Air liur memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan mulut dan gigi. Cairan ini melindungi gigi dari pembusukan serta mengontrol pertumbuhan bakteri dan jamur di dalam mulut. Ketika produksi air liur menurun, hal tersebut bisa berdampak serius pada kesehatan mulut.

ADVERTISEMENT

Penyebab lainnya adalah kebiasaan bernapas melalui mulut. Bernapas melalui hidung memberi tubuh kesempatan untuk menghangatkan, membersihkan, dan melembapkan udara sebelum mencapai paru-paru yang sensitif. Ketika kamu bernapas melalui mulut alih-alih hidung, air liur akan lebih cepat mengering dan membentuk lapisan pada lidah.

Kondisi Medis Khusus

Ada beberapa penyebab khusus berubahnya warna lidah, salah satunya adalah sariawan mulut. Ini merupakan infeksi jamur yang disebabkan oleh Candida. Gejalanya ditandai dengan bercak putih atau putih kekuningan di dalam mulut dan lidah. Selain itu, rasa tidak nyaman saat mengecap atau hilangnya indra perasa merupakan tanda lain kamu mengalami sariawan mulut.

Kondisi khusus lainnya yang dapat menyebabkan lidah berwarna putih adalah penyakit sifilis. Sifilis adalah infeksi menular seksual yang dapat menimbulkan gejala di beberapa bagian tubuh, termasuk mulut. Jika kamu mengalami gejala seperti bercak putih pada lidah, bibir, dan mulut; luka merah dan putih yang dikenal sebagai chancre; atau lesi keras dan menonjol di dalam mulut, segera lakukan pemeriksaan medis.

Selain sifilis, ada pula kondisi yang disebut Leukoplakia. Kondisi ini biasanya dipicu oleh iritasi akibat penggunaan tembakau dan alkohol. Leukoplakia ditandai dengan munculnya bercak putih atau abu-abu yang menebal di bagian mulut seperti gusi, lidah, atau bagian dalam pipi. Ciri khas Leukoplakia adalah bercak tersebut tidak bisa hilang meski dikerok. Leukoplakia sering dianggap sebagai kondisi pra-kanker sehingga memerlukan penanganan medis yang serius.

Cara Mengatasi Lidah Putih

Lidah berwarna putih tentu mengganggu aktivitas dan menimbulkan kecemasan. Ada beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk mengatasinya, baik untuk penyebab umum maupun kondisi medis tertentu.

Memperbaiki kebersihan mulut merupakan langkah awal untuk mengurangi dampak lidah putih. Rutinlah menyikat gigi dua kali sehari dan gunakan pembersih lidah (tongue scraper). Menggunakan tongue scraper berbahan tembaga atau plastik mampu mengurangi bakteri hingga 75% lebih banyak dibandingkan hanya menyikat lidah. Selain itu, cegah mulut kering dengan minum air yang cukup agar terhindar dari dehidrasi, serta hentikan konsumsi rokok dan alkohol.

Untuk kondisi khusus seperti Leukoplakia, kamu perlu berkonsultasi dengan tenaga medis atau rumah sakit. Jika terdapat risiko bercak tersebut berkembang menjadi kanker, maka diperlukan penanganan khusus. Sementara itu, bagi penderita sifilis, diperlukan perawatan medis dengan pemberian antibiotik penisilin untuk membunuh bakteri penyebab penyakit. Untuk penanganan oral thrush atau sariawan mulut, dokter umumnya akan memberikan obat antijamur yang digunakan selama 1 hingga 2 minggu hingga kondisi membaik.

Lidah berwarna putih sering kali disebabkan oleh faktor ringan yang tidak berimplikasi pada penyakit serius. Hal tersebut biasanya terjadi karena perawatan mulut yang kurang baik serta konsumsi makanan atau minuman yang tidak sehat. Namun, lidah putih juga bisa menjadi gejala awal penyakit medis yang lebih serius seperti sifilis, sariawan mulut, dan Leukoplakia. Pastikan kamu menangani kondisi ini dengan benar dan selalu merujuk kepada tenaga medis atau dokter spesialis untuk deteksi dini yang akurat.

(iqk/iqk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads