Infografis: 7 Aroma Pengusir Ular Cegah Masuk ke Dalam Rumah

Infografis: 7 Aroma Pengusir Ular Cegah Masuk ke Dalam Rumah

Iqbal Kukuh - detikJabar
Sabtu, 16 Mei 2026 07:30 WIB
Ular sanca bersembunyi di plafon rumah warga di Pasar Minggu, Jaksel. Warga sekitar sempat geger karena sanca besar itu panjangnya sekitar 4 meter. (dok Damkar Jaksel)
Infografis Aroma Pengusir Ular dari Rumah (Foto: Notebook LM)
Bandung -

Belakangan ini, kekhawatiran warga di berbagai wilayah, termasuk Jawa Barat, meningkat seiring seringnya laporan ular yang merangsek masuk ke permukiman. Fenomena ini biasanya dipicu oleh perubahan cuaca ekstrem dan musim hujan yang membuat habitat asli reptil tersebut terganggu, sehingga mereka mencari tempat perlindungan baru di halaman hingga ke dalam rumah warga. Kondisi lingkungan yang lembap, tumpukan barang yang tidak terurus, serta keberadaan tikus sebagai sumber makanan utama menjadi faktor magnetis bagi kedatangan tamu tak diundang ini.

Masyarakat kini bisa mengambil langkah preventif yang ramah lingkungan tanpa harus selalu bergantung pada bahan kimia berbahaya. Secara biologis, ular memiliki sistem sensorik yang sangat tajam melalui lidah bercabang dan organ khusus bernama organ Jacobson di langit-langit mulutnya. Organ ini berfungsi menangkap partikel kimia di udara, sehingga bau-bauan yang terlalu menyengat atau asing bagi mereka akan dianggap sebagai ancaman yang membuat mereka memilih untuk segera menghindar.

Beberapa bahan dapur sederhana ternyata memiliki aroma yang sangat dibenci oleh ular, seperti bawang putih yang mengandung sulfur tajam dan daun mint dengan kandungan mentolnya yang kuat. Selain itu, aroma asam dari cuka, wangi rempah kayu manis dan cengkeh, hingga kesegaran jeruk dan serai terbukti efektif mengganggu sistem penciuman reptil ini. Bahkan, minyak tanah yang memiliki aroma khas juga bisa digunakan sebagai repelan darurat di sudut-sudut rumah, meskipun penggunaannya harus dilakukan secara hati-hati karena sifatnya yang mudah terbakar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, penggunaan aroma alami ini harus tetap dikombinasikan dengan menjaga kebersihan lingkungan secara menyeluruh agar hasil maksimal dapat dicapai. Fokus utama pencegahan adalah dengan rutin membersihkan area rawan seperti gudang, selokan, dan taman, serta memastikan tidak ada tikus yang bersarang di sekitar hunian. Dengan memutus rantai makanan dan menciptakan lingkungan yang tidak disukai melalui aroma tertentu, risiko ular untuk menetap di dalam rumah dapat ditekan secara signifikan dan aman bagi seluruh anggota keluarga

(iqk/iqk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads