Takbiran Idul Adha 1447 H kapan dimulai dan berakhir? Pertanyaan ini banyak dicari umat Islam menjelang Hari Raya Idul Adha. Sebagaimana Idul Fitri, umat Muslim dianjurkan memperbanyak takbir sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT pada momen hari raya dan hari-hari yang dimuliakan.
Takbir Idul Adha memiliki waktu pelaksanaan yang berbeda dengan takbir pada Idul Fitri. Selain dikumandangkan pada malam dan hari raya, takbir Idul Adha juga terus dilantunkan selama hari-hari Tasyrik yang mengikuti Hari Raya Kurban.
Lantas, kapan takbiran Idul Adha 1447 H dimulai dan sampai kapan berakhir? Berikut penjelasan lengkap beserta bacaan takbir dan keutamaannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keutamaan Bertakbir di Hari Raya Idul Adha
Takbir merupakan salah satu syiar Islam yang sangat dianjurkan untuk diperbanyak pada hari-hari mulia di bulan Dzulhijjah. Melalui takbir, seorang muslim mengagungkan kebesaran Allah SWT sekaligus mensyukuri nikmat yang telah diberikan-Nya.
Anjuran memperbanyak zikir dan takbir pada hari-hari tertentu dijelaskan dalam firman Allah SWT:
"Dan berzikirlah kepada Allah dalam beberapa hari yang telah ditentukan."
(QS. Al-Baqarah: 203)
Bertakbir juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa tawadhu atau kerendahan hati di hadapan Allah SWT serta mengingat bahwa segala kekuatan dan kenikmatan berasal dari-Nya.
Kapan Takbiran Idul Adha 1447 H Dimulai?
Mengacu pada penjelasan dalam buku Fikih Mazhab Syafi'i karya Abu Ahmad Najieh, takbir Idul Adha disunnahkan mulai dikumandangkan sejak Subuh Hari Arafah (9 Dzulhijjah) dan dilanjutkan setelah setiap salat fardu hingga berakhir pada salat Asar tanggal 13 Dzulhijjah, yang merupakan hari Tasyrik terakhir.
Ketentuan ini didasarkan pada riwayat yang menjelaskan bahwa Rasulullah SAW bertakbir sejak Subuh tanggal 9 Dzulhijjah hingga Asar tanggal 13 Dzulhijjah.
Berdasarkan Kalender Hijriah Kementerian Agama Republik Indonesia, Hari Arafah 1447 H jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026. Sementara itu, Hari Raya Idul Adha 1447 H jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.
Dengan demikian, takbiran Idul Adha 1447 H dimulai sejak:
- Selasa, 26 Mei 2026 (9 Dzulhijjah 1447 H) setelah salat Subuh.
Takbiran Idul Adha 1447 H Berakhir Kapan?
Takbir Idul Adha berakhir setelah pelaksanaan salat Asar pada 13 Dzulhijjah 1447 H, yang bertepatan dengan:
- Sabtu, 30 Mei 2026
Artinya, umat Islam dianjurkan memperbanyak takbir selama lima hari berturut-turut, mulai dari Hari Arafah hingga akhir Hari Tasyrik.
Berapa Hari Takbiran Idul Adha Berlangsung?
Secara umum, takbir Idul Adha berlangsung selama lima hari, yaitu dari tanggal 9 hingga 13 Dzulhijjah.
Berikut rinciannya:
Tanggal Hijriah Tanggal Masehi Keterangan
9 Dzulhijjah 1447 H Selasa, 26 Mei 2026 Hari Arafah
10 Dzulhijjah 1447 H Rabu, 27 Mei 2026 Hari Raya Idul Adha
11 Dzulhijjah 1447 H Kamis, 28 Mei 2026 Hari Tasyrik Pertama
12 Dzulhijjah 1447 H Jumat, 29 Mei 2026 Hari Tasyrik Kedua
13 Dzulhijjah 1447 H Sabtu, 30 Mei 2026 Hari Tasyrik Ketiga
Pada rentang waktu tersebut, umat Islam dianjurkan melafalkan takbir setiap selesai salat wajib, baik secara berjamaah maupun sendiri.
Perbedaan Takbir Idul Adha dan Idul Fitri
Meski sama-sama dianjurkan saat hari raya, terdapat perbedaan antara takbir Idul Adha dan Idul Fitri.
Pada Idul Fitri, takbir dimulai sejak malam hari raya hingga pelaksanaan salat Id. Sedangkan pada Idul Adha, takbir berlangsung lebih panjang karena diteruskan selama hari-hari Tasyrik.
Takbir yang dibaca setelah salat fardu pada periode tersebut dikenal sebagai takbir muqayyad, yakni takbir yang dikaitkan dengan salat wajib. Selain itu, umat Islam juga dapat memperbanyak takbir mutlak, yaitu takbir yang dibaca kapan saja selama hari-hari tersebut.
Bagaimana Takbir bagi Jemaah Haji?
Waktu takbir bagi jemaah haji memiliki ketentuan yang sedikit berbeda.
Bagi jamaah yang sedang melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci, takbir dimulai setelah mereka menyelesaikan tahallul pada Hari Raya Idul Adha, tepatnya setelah waktu Zuhur pada tanggal 10 Dzulhijjah. Takbir kemudian dilanjutkan hingga pagi hari Tasyrik terakhir.
Bacaan Takbir Idul Adha Pendek
Salah satu bacaan takbir yang umum dilantunkan umat Islam adalah sebagai berikut:
اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله ُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
Allahu Akbar Allahu Akbar, Laa ilaaha illallaah, wallaahu Akbar, Allahu Akbar wa lillaahil hamd.
Artinya:
"Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tidak ada Tuhan selain Allah. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah."
Versi lain yang juga sering dibaca adalah:
اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا
Allahu Akbar, Allahu Akbar, kabiran.
Artinya:
"Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dengan segala kebesaran-Nya."
Bacaan Takbir Idul Adha Versi Panjang
Selain versi pendek, umat Islam juga sering mengumandangkan takbir panjang saat malam Idul Adha maupun selama hari Tasyrik.
اللهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَهَ إِلا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا...
Bacaan tersebut berisi pujian, pengagungan, dan pengakuan atas kebesaran Allah SWT yang menjadi inti dari syiar takbir pada Hari Raya Idul Adha.
Hikmah Memperbanyak Takbir pada Hari Raya Kurban
Takbir bukan sekadar lantunan kalimat yang diucapkan berulang-ulang. Di balik amalan ini terdapat banyak hikmah yang dapat dirasakan umat Islam, antara lain:
Mengagungkan kebesaran Allah SWT.
Menumbuhkan rasa syukur atas nikmat kehidupan.
Menghidupkan syiar Islam pada hari-hari mulia.
Mengingatkan manusia akan ketergantungannya kepada Allah SWT.
Menambah pahala melalui zikir dan ibadah lisan.
Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak takbir, tahmid, tahlil, dan berbagai bentuk zikir lainnya selama Hari Arafah, Hari Raya Idul Adha, hingga berakhirnya hari-hari Tasyrik.
Takbiran Idul Adha 1447 H dimulai sejak Subuh Hari Arafah, Selasa 26 Mei 2026, dan berakhir setelah salat Asar Sabtu, 30 Mei 2026 atau 13 Dzulhijjah 1447 H. Selama lima hari tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak takbir sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT serta menghidupkan syiar Islam pada momentum Hari Raya Kurban dan hari-hari Tasyrik.
(tya/tya)