Lagu "Es Lilin" merupakan salah satu karya seni asal Jawa Barat yang telah meraih popularitas di level internasional, mulai dari panggung musik Amerika Serikat hingga menjadi favorit di Australia.
Meski didendangkan sejak tahun 1930, identitas pencipta lagu berbahasa Sunda ini sempat menjadi misteri selama 50 tahun sebelum akhirnya sosok Mursih dari Soreang terungkap sebagai sang maestro di balik karya tersebut. Berikut ringkasannya yang dirangkum detikJabar, Rabu (10/6/2026).
Jejak Global dan Popularitas di Mancanegara
Kekuatan melodi dan lirik "Es Lilin" membawa lagu ini melintasi batas negara dan budaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Panggung Amerika: Penyanyi Idris Sardi pernah membawakan lagu ini dalam ajang pesta musik dunia di Amerika Serikat.
- Populer di Australia: Pada tahun 1983, Iwan Natapraja, seorang WNI yang menjadi guru musik di Sydney, mengabarkan melalui surat bahwa lagu ini sangat populer di Australia.
- Versi Pop Sunda: Lagu ini semakin mengakar di ingatan publik ketika dibawakan kembali oleh penyanyi Nining Meida dalam genre Pop Sunda.
Kronologi Pengungkapan Identitas Pencipta
Selama puluhan tahun, "Es Lilin" dianggap sebagai lagu anonim hingga munculnya surat dari Sydney yang membuka tabir identitas penciptanya.
- Masa Anonim: Sejak pertama kali dikenal pada 1930 hingga awal 1980-an, masyarakat tidak mengetahui siapa pengarang asli lagu tersebut.
- Surat dari Sydney: Titik terang muncul saat Iwan Natapraja berkirim surat kepada saudarinya di Bandung, Netty, meminta agar memperhatikan seorang seniman yang terlupakan bernama Mursih. "Dalam catatannya disebutkan jika saja Iwan Natapraja, yang juga merupakan seorang guru musik di Sydney tidak berkirim surat kepada Netty (kakaknya di Bandung), tidak akan diketahui siapa pencipta lagu es lilin," tulis Yusuf Wiradireja tentang catatan Adang S.
- Pengakuan Resmi: Melalui upaya ahli waris dan dukungan Depdikbud Kanwil Jawa Barat, identitas Mursih sebagai pencipta lagu "Es Lilin" resmi diakui pada tahun 1988 dengan nomor surat 180/102/13/J/88.
Struktur Puisi Lama dan Makna Filosofis
Meskipun menggunakan judul makanan populer, lirik lagu ini sebenarnya mengandung pesan emosional dan sosial yang mendalam.
- Bentuk Rarakitan: Lirik lagu dibuat dalam struktur Rarakitan atau puisi lama Sunda yang terdiri dari sampiran-eusi (cangkang-isi).
- Bukan Tentang Dagangan: Es lilin dalam lagu ini hanyalah kiasan atau perumpamaan, bukan bercerita tentang pedagang es keliling.
- Kegelisahan Asmara: Makna aslinya menggambarkan seorang perempuan yang sedang menimbang-nimbang untuk berjodoh dengan seorang pria terpandang.
- Edukasi Memilih Pasangan: Lagu ini juga diartikan sebagai pesan agar perempuan lebih berhati-hati dalam memilih pasangan hidup.
Es Lilin Sebagai Gambaran Perjuangan
Selain aspek asmara, terdapat interpretasi lain yang melihat karya ini dari perspektif yang lebih luas.
- Simbol Perjuangan: Nyatanya, lagu ini bukan sekadar soal kegalauan hati semata, melainkan juga menjadi "gambaran perjuangan" sang penciptanya, Ni Mursih, di masa lalu.
- Karya yang Legendaris: Statusnya yang sempat dianggap "tak bertuan" selama setengah abad menambah nilai historis lagu ini sebagai salah satu legenda musik tradisional Indonesia yang paling bertahan lama.
Soal sosok Mursih bukan hanya memberikan kejelasan sejarah, tetapi juga memastikan hak-hak sebagai pencipta, termasuk penghargaan dan royalti, dapat tersampaikan kepada keluarga dan ahli warisnya.
Lirik Lagu Es Lilin dan Artinya
Dikutip dari lagu Es Lilin berbahasa Sunda yang dinyanyikan Nining Meida:
Es lilin mah didorong-dorong
dibantun mah dibantun ka Sukajadi
Abdi isin ceuceu samar kaduga
sok sieun mah aduuh henteu ngajadi
Es lilin mah ceuceu buatan Bandung
dicandakna geuningan ka Cipaganti
Abdi isin jungjunan duh bararingung
sok inggis mah aduuh henteu ngajadi
Itu saha dunungan nu nungtun munding
digantelan geuning ku saputangan
Itu saha dunungan ku ginding teuing
sing horeng mah aduh geuning jungjunan
Es lilin mah ceuceu dikalapaan
raosna mah geuningan kabina-bina
Abdi alim dunungan paduduaan
sok sieun mah dibantun kamana-mana
Kamana mah geningan ngaitkeun kincir
ka kaler mah ka kaler katojo bulan
Kamana mah dunungan ngaitkeun pikir
moal paler duh ku sabulan
(bbp/bbp)