Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Sebagai bulan pertama dalam kalender Hijriah, Muharram termasuk ke dalam empat bulan haram atau bulan suci yang memiliki banyak keutamaan.
Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh. Mulai dari sedekah, zikir, membaca Al-Qur'an, hingga melaksanakan puasa sunnah.
Salah satu puasa yang paling dianjurkan pada bulan Muharram adalah puasa Tasua dan Asyura. Selain menjadi ibadah yang ringan dilakukan, puasa Tasua dan Asyura juga menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk meraih pahala dan pengampunan dari Allah SWT.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, kapan puasa Tasua dan Asyura 1448 H atau tahun 2026 dilaksanakan? Simak ulasan lengkapnya berikut ini sebagai disarikan dari MUI, laman web Muhamadiyyah dan Nahdlatul Ulama.
Apa Itu Puasa Tasua dan Asyura?
Puasa Tasua adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram. Sementara itu, puasa Asyura dilakukan pada tanggal 10 Muharram.
Puasa Asyura merupakan salah satu puasa sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Bahkan sebelum puasa Ramadan diwajibkan, Rasulullah SAW pernah memerintahkan kaum Muslimin untuk berpuasa pada hari Asyura.
Dari Aisyah RA diriwayatkan:
"Orang-orang Quraisy pada masa Jahiliah berpuasa pada hari Asyura. Kemudian Rasulullah SAW memerintahkan puasa pada hari itu hingga diwajibkan puasa Ramadan. Setelah itu Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa yang ingin berpuasa silakan berpuasa, dan barang siapa yang tidak ingin maka silakan berbuka." (HR Bukhari dan Muslim)
Sementara itu, puasa Tasua dianjurkan sebagai penyempurna puasa Asyura sekaligus untuk membedakan amalan umat Islam dari tradisi kaum Yahudi dan Nasrani yang juga mengagungkan hari Asyura.
Anjuran puasa Tasua didasarkan pada hadis yang diriwayatkan Ibnu Abbas RA. Ketika Rasulullah SAW berpuasa pada hari Asyura, para sahabat berkata:
"Wahai Rasulullah, sesungguhnya hari ini adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani."
Maka Rasulullah SAW bersabda:
"Jika tahun depan aku masih hidup, sungguh aku akan berpuasa pada hari kesembilan." (HR Muslim)
Namun sebelum Muharram tahun berikutnya tiba, Rasulullah SAW wafat. Hadis tersebut menjadi dasar anjuran puasa Tasua pada tanggal 9 Muharram.
Kapan Puasa Tasua dan Asyura 1448 H Tahun 2026?
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026, Tahun Baru Islam 1448 H jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. Dengan demikian, pelaksanaan puasa sunnah Tasua dan Asyura pada bulan Muharram 1448 H jatuh pada 24-25 Juni 2026.
Berikut jadwal puasa Tasua dan Asyura tahun 2026:
Puasa Tasua (9 Muharram 1448 H): Rabu, 24 Juni 2026
Puasa Asyura (10 Muharram 1448 H): Kamis, 25 Juni 2026
Umat Islam dianjurkan melaksanakan kedua puasa tersebut secara berurutan agar memperoleh keutamaan yang lebih sempurna sesuai sunnah Rasulullah SAW.
Sebagian ulama juga menganjurkan untuk menambah puasa pada tanggal 11 Muharram agar semakin berbeda dari kebiasaan kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada hari Asyura. Jika ingin melaksanakannya, maka puasa 11 Muharram pada tahun 2026 bertepatan dengan Jumat, 26 Juni 2026.
Sejarah Puasa Asyura dalam Islam
Puasa Asyura memiliki sejarah yang panjang dalam syariat Islam. Dalam hadis sahih disebutkan bahwa ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah, beliau mendapati kaum Yahudi berpuasa pada tanggal 10 Muharram.
Ketika ditanya alasannya, mereka menjelaskan bahwa hari tersebut merupakan hari ketika Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Fir'aun.
Mendengar hal itu, Rasulullah SAW bersabda:
"Kami lebih berhak terhadap Musa daripada mereka." (HR Bukhari dan Muslim)
Beliau kemudian berpuasa pada hari tersebut dan memerintahkan para sahabat untuk turut melaksanakannya. Peristiwa ini menunjukkan bahwa puasa Asyura merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas pertolongan-Nya kepada para nabi dan orang-orang beriman.
Keutamaan dan Keistimewaan Puasa Asyura
1. Menghapus Dosa Setahun yang Lalu
Keutamaan paling terkenal dari puasa Asyura adalah menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil selama satu tahun sebelumnya.
Rasulullah SAW bersabda:
"Puasa Asyura, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapus dosa setahun yang telah lalu." (HR Muslim)
Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa yang dimaksud dalam hadis tersebut adalah penghapusan dosa-dosa kecil. Adapun dosa besar tetap memerlukan taubat yang sungguh-sungguh kepada Allah SWT.
2. Puasa yang Dijaga Rasulullah SAW
Besarnya keutamaan puasa Asyura juga terlihat dari kesungguhan Rasulullah SAW dalam mengamalkannya.
Ibnu Abbas RA berkata:
"Aku tidak pernah melihat Nabi SAW begitu memperhatikan puasa suatu hari yang beliau utamakan melebihi hari lainnya selain hari Asyura dan bulan Ramadan." (HR Bukhari)
Hadis ini menunjukkan bahwa puasa Asyura merupakan salah satu ibadah yang sangat dicintai Rasulullah SAW.
3. Menjalankan Sunnah Rasulullah SAW
Melaksanakan puasa Tasua dan Asyura berarti menghidupkan salah satu sunnah Rasulullah SAW yang memiliki nilai besar di sisi Allah SWT.
Selain memperoleh pahala puasa, seorang Muslim juga mendapatkan keutamaan karena berusaha mengikuti teladan Nabi Muhammad SAW dalam beribadah.
4. Keutamaan Puasa di Bulan Muharram
Anjuran berpuasa di bulan Muharram tidak hanya terbatas pada tanggal 9 dan 10 Muharram saja. Secara umum, bulan Muharram merupakan waktu yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak puasa sunnah.
Rasulullah SAW bersabda:
"Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram." (HR Muslim)
Berdasarkan hadis tersebut, para ulama menjelaskan bahwa puasa di bulan Muharram merupakan puasa sunnah terbaik setelah puasa Ramadan. Oleh karena itu, selain melaksanakan puasa Tasua dan Asyura, umat Islam juga dapat memperbanyak puasa sunnah lainnya selama bulan Muharram sesuai kemampuan.
Bacaan Niat Puasa Tasua
Berikut bacaan niat puasa Tasua yang dapat dibaca pada malam hari sebelum berpuasa:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i sunnatit Tasû'â lillâhi ta'âlâ.
Artinya:
"Aku berniat puasa sunnah Tasua esok hari karena Allah SWT."
Terdapat pula lafal niat yang umum digunakan:
نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُوْعَاءَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma taasu'aa sunnatan lillaahi ta'aalaa.
Artinya:
"Saya niat puasa Tasua sunnah karena Allah Ta'ala."
Bacaan Niat Puasa Asyura
Berikut bacaan niat puasa Asyura:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ عَاشُورَاء لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i sunnatil âsyûrâ lillâhi ta'âlâ.
Artinya:
"Aku berniat puasa sunnah Asyura esok hari karena Allah SWT."
Lafal lain yang juga umum dibaca adalah:
نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُوْرَاءَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma 'aasyuuraa sunnatan lillaahi ta'aalaa.
Artinya:
"Saya niat puasa Asyura sunnah karena Allah Ta'ala."
Niat Puasa Tasua dan Asyura di Siang Hari
Dalam puasa sunnah, seseorang masih diperbolehkan berniat pada siang hari selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa dan sebelum tergelincirnya matahari.
Berikut bacaan niatnya:
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَّاسُوعَاء أَوْ عَاشُورَاء لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i sunnatit Tasû'â awil âsyûrâ lillâhi ta'âlâ.
Artinya:
"Aku berniat puasa sunnah Tasua atau Asyura hari ini karena Allah SWT."
Bolehkah Hanya Puasa Asyura Saja?
Puasa Asyura tetap sah dan diperbolehkan meskipun dilakukan tanpa puasa Tasua. Namun, para ulama menjelaskan bahwa yang lebih utama adalah berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram sekaligus agar sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.
Karena itu, bagi umat Islam yang ingin meraih keutamaan puasa Muharram secara lebih sempurna, dianjurkan untuk melaksanakan puasa Tasua pada Rabu, 24 Juni 2026 dan dilanjutkan dengan puasa Asyura pada Kamis, 25 Juni 2026.
Demikian ulasan mengenai jadwal puasa Tasua dan Asyura tahun 2026/1448 H, lengkap dengan bacaan niat dan keutamannya. Semoga membantu!
(tya/tey)
