Mencicipi Lezatnya Cungkring, Kuliner Khas Bogor di Bandung

Mencicipi Lezatnya Cungkring, Kuliner Khas Bogor di Bandung

Wisma Putra - detikJabar
Selasa, 27 Jan 2026 12:00 WIB
Merasakan Cungkring khas Bogor di Bandung
Merasakan Cungkring khas Bogor di Bandung (Foto: Wisma Putra/detikJabar).
Bandung -

Udara Kota Bandung belakangan ini terasa lebih dingin. BMKG mencatat suhu di bulan Januari 2026 ini bahkan menyentuh 16 derajat Celsius. Cuaca dingin seperti ini kerap memicu rasa lapar atau sekadar keinginan untuk mengudap. Apakah Anda merasakan hal yang sama?

Bubur ayam, kupat tahu, atau lontong sayur mungkin sudah biasa menjadi menu sarapan warga Bandung. Jika bosan dengan menu yang itu-itu saja, saatnya mencicipi kuliner cungkring yang kini hadir di Kota Kembang. Siapa sangka, kuliner yang masyhur di Jalan Suryakencana, Kota Bogor, ini sekarang bisa ditemukan di Bandung.

Jika ingin mencicipinya, Anda tinggal datang ke Jalan Sumbawa, Kota Bandung. Tepat di persimpangan jalan menuju SMAN 5 Bandung atau di seberang Balai Bahasa Jabar, terdapat sebuah gerobak dengan spanduk unik. Meski tak hanya menjual cungkring, menu satu ini memang sedang diburu warga hingga para food vlogger.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

detikJabar berkesempatan mengunjungi gerobak cungkring milik Yopi, seorang warga setempat. detikJabar pun memesan satu porsi untuk mencicipi rasanya. Dengan cekatan, pria berusia 49 tahun itu langsung meracik pesanan.

Yopi memulai dengan mengiris lontong berbungkus daun pisang ke atas piring anyaman beralas kertas nasi. Ia kemudian memotong beberapa goreng tempe dan kikil yang telah dihangatkan dalam panci kecil. Setelah semua bahan siap di piring, Yopi menyiramnya dengan bumbu kacang kental yang gurih.

ADVERTISEMENT
Merasakan Cungkring khas Bogor di BandungMerasakan Cungkring khas Bogor di Bandung (Foto: Wisma Putra/detikJabar).

Untuk memperkaya rasa, Yopi menaburkan bawang goreng dan perasan jeruk nipis. Bagi pencinta pedas, sambal disajikan di wadah terpisah. Sekilas, rasa cungkring tidak berbeda jauh dengan ketoprak atau kupat tahu. Namun yang membedakan adalah isiannya yang terdiri dari cungur (mulut) sapi, kikil, dan goreng tempe.

Yopi mengaku sudah berjualan sejak 2016, namun menu cungkring baru ia hadirkan kurang dari setahun terakhir. "Awalnya saya jualan lotek, karedok, dan gado-gado dari 2016 di Taman Musik. Pas pindah ke sini, saya tambah menu cungkring," ujar Yopi kepada detikJabar, Selasa (27/1/2026).

Yopi menjelaskan, ia menambah menu cungkring karena basis bumbunya sama-sama menggunakan kacang. Selain itu, ia ingin memberikan lebih banyak pilihan bagi pembeli. "Biasanya kan menu saya kebanyakan sayuran, jadi saya ingin ada menu yang mengandung protein hewani," katanya.

Perbedaan utama antara cungkring miliknya dengan cungkring asli Bogor terletak pada goreng tempenya. "Isinya cungur sapi dan kikil bagian pipi, goreng tempe, bumbu kacang, kecap, dan bawang goreng. Bedanya dengan Bogor, saya pakai kering tempe dari produk lokal Bandung," jelasnya.

Yopi memastikan kualitas rasa dagangannya tetap terjaga dengan cara mengolah bumbu kacang secara dadakan. "Dibuat dadakan supaya lebih enak dan lebih juicy," tuturnya.

Penampilan Yopi pun cukup nyentrik. Ia mengenakan wearpack montir bertuliskan 'KULINER TRADISIONAL - INDONESIA - JALUNA' di bagian punggung. Terdapat pula slogan lain seperti 'WE'RE A BROTHERFOOD - SUPPORT 1% TRADITIONAL LOCAL STREETFOOD' serta daftar menu yang terpampang di gerobaknya.

Sambil bersenda gurau, Yopi berseloroh bahwa dirinya adalah montir yang bekerja di 'bengkel perut'. "Ya, pakai wearpack supaya beda, punya ciri khas bengkel perut," ucapnya.

Pria kelahiran Majalengka yang besar di Bandung ini menyebut usaha kulinernya merupakan babak baru setelah ia memutuskan berhenti dari dunia pertelevisian.

"Sebelum jualan, saya bekerja sebagai operator pemancar. Saya bertugas di Bandung, Cisarua, hingga Kolonel Masturi. Saya akhirnya resign karena tidak mau dimutasi ke Jakarta," pungkasnya.




(wip/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads