Kisah Mang Temon, Penjaga Tradisi Es Puter di Tengah Gempuran Gelato

Serba-serbi Warga

Kisah Mang Temon, Penjaga Tradisi Es Puter di Tengah Gempuran Gelato

Fauzan Muhammad - detikJabar
Senin, 06 Apr 2026 08:30 WIB
Es Puter Mang Temon di Bandung
Es Puter Mang Temon di Bandung (Foto: Fauzan Muhammad/detikJabar)
Bandung -

Di tengah gempuran gerai es krim kekinian dan gelato yang menjamur di sudut-sudut Kota Bandung, bunyi denting besi yang beradu masih terdengar nyaring di jalan-jalan kecil ibu kota Jawa Barat tersebut.

Ujang adalah salah satu pedagang es puter yang masih setia menelusuri jalanan Bandung dengan gerobak sederhananya. Pria yang akrab disapa Mang Temon ini menceritakan bahwa saat ini hanya tersisa sedikit rekan seprofesinya yang masih aktif berjualan di bawah naungan sang majikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kantun opatan deui ayeuna mah anu jualan, ayeuna nembe aya duaan, teu acan kadarieu dua deui saprak lebaran (Tinggal berempat lagi sekarang yang jualan, baru ada berdua sekarang, dua lagi belum kesini lagi dari lebaran)" ujarnya saat ditemui detikJabar, Minggu (5/4/2026).

Pria asal Garut ini sudah berjualan sekitar tiga tahun terakhir dan tinggal bersama majikannya di kawasan Karapitan. Berbeda dengan es krim pabrikan, es puter yang dijual Mang Temon diproses dengan cara tradisional. Rasa dingin tersebut dihasilkan melalui perpaduan es batu dan garam krosok yang diletakkan di sisi luar tabung adonan es krim.

ADVERTISEMENT

Proses pembuatannya ia lakukan sendiri, dengan bahan mentah yang dipasok oleh majikan tempatnya bernaung. "Ku abdi kitu ari ngadamel mah ari bahan mah nya bahan mentah mah di ti lebet kitu (Kalau pembuatan es krimnya sama saya sendiri, kalau bahan mentahnya dari majikan)" jelasnya.

Setiap hari, rute Mang Temon dimulai dari kawasan Karapitan. Ia berkeliling di sekitar Paledang melewati Jalan Kasim, lalu mangkal di Jalan Baranangsiang hingga pukul 14.00 WIB.

Jika cuaca cerah, langkah kakinya akan membawa gerobak itu lebih jauh lagi, menembus keramaian Pasar Kosambi, Cipaganti, hingga ke Gatot Subroto.

Es Puter Mang Temon di BandungEs Puter Mang Temon di Bandung Foto: Fauzan Muhammad/detikJabar

"Pami halodo mah enak kelilingna, tiasa nguriling dugi Maghrib sakantenan uih (Kalau panas enak kelilingnya, bisa keliling sampai Maghrib sekalian pulang" tuturnya.

Musim hujan menjadi tantangan tersendiri bagi pedagang gerobak seperti Mang Temon. Ia biasanya memilih untuk segera pulang saat langit mulai gelap.

Harga es krim yang dijualnya terbilang sangat terjangkau. Dengan uang Rp2.000, pembeli sudah bisa menikmati satu cup kecil es puter. Tersedia juga pilihan harga Rp5.000 yang dapat ditambah dengan potongan roti tawar.

"Porsi standar Rp5.000 tiasa milih nganggo roti atau henteu, anak-anak mulai ti Rp2.000-Rp3.000. Kadang aya nu Rp7.000 dugi Rp10.000 ge tiasa" pungkasnya.

(iqk/iqk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads