Cara Menyimpan Sayur dan Buah agar Tahan Lama, Jangan Asal Masuk Kulkas

Cara Menyimpan Sayur dan Buah agar Tahan Lama, Jangan Asal Masuk Kulkas

Gheyna Sabila Z - detikJabar
Sabtu, 18 Apr 2026 15:00 WIB
Sayur yang disimpan di dalam kulkas
Ilustrasi (Foto: Polina Tankilevitch/Pexels)
Bandung -

Belanja sayur dan buah di awal bulan memang terasa menyenangkan. Kulkas penuh, stok dapur aman, dan rencana masak pun sudah terbayang. Namun, sering kali belum sempat semuanya diolah, beberapa sayuran mulai layu, buah berubah lembek, dan akhirnya terpaksa dibuang.

Situasi ini cukup umum terjadi di banyak dapur. Bukan karena kualitas bahan yang buruk, melainkan cara penyimpanan yang kurang tepat. Padahal, dengan memahami jenis buah dan sayur serta teknik sederhana sesuai karakter masing-masing bahan, keduanya bisa bertahan lebih lama dan tetap segar saat digunakan.

Pembagian Sayur Berdasarkan Morfologinya

1. Sayuran Daun

Sayuran daun merupakan jenis sayuran yang dimanfaatkan bagian daunnya. Jenis ini memiliki kadar air tinggi sehingga mudah layu jika tidak disimpan dengan benar. Contohnya kangkung, bayam, sawi, dan pakcoy.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

2. Sayuran Buah

Sayuran buah merupakan bagian tanaman yang secara ilmiah tergolong buah karena berasal dari bunga dan mengandung biji. Namun, dalam kehidupan sehari-hari lebih sering diolah sebagai sayuran karena rasanya cenderung gurih atau tidak manis. Contohnya tomat, cabai, dan terong.

3. Sayuran Umbi dan Akar

Sayuran umbi terbentuk dari bagian batang atau akar yang membesar, seperti kentang dan ubi, yang berfungsi menyimpan energi. Sementara itu, sayuran akar berasal dari akar utama tanaman, seperti wortel dan lobak. Jenis ini umumnya lebih tahan lama karena teksturnya padat dan kadar airnya lebih stabil.

ADVERTISEMENT

4. Sayuran Batang

Sayuran batang adalah jenis sayuran yang bagian utamanya berasal dari batang tanaman yang dapat dikonsumsi, seperti seledri dan asparagus. Ciri khasnya bertekstur renyah dan berserat, serta membutuhkan kelembapan cukup agar tidak cepat kering.

Pembagian Jenis Buah

1. Buah Klimakterik

Buah klimakterik adalah jenis buah yang masih dapat mengalami proses pematangan setelah dipanen. Hal ini terjadi karena buah menghasilkan gas etilen yang mempercepat pematangan. Contohnya pisang, mangga, pepaya, dan alpukat.

Buah jenis ini sebaiknya disimpan di suhu ruang hingga mencapai tingkat kematangan yang diinginkan. Setelah matang, buah bisa dipindahkan ke kulkas untuk memperlambat pembusukan. Jika disimpan bersama buah lain, gas etilen dapat mempercepat kematangan di sekitarnya.

2. Buah Non-Klimakterik

Buah non-klimakterik tidak mengalami pematangan lanjutan setelah dipetik, seperti jeruk, anggur, apel, dan stroberi.

Karena tidak akan semakin matang, buah ini sebaiknya langsung dikonsumsi sesuai tingkat kematangannya saat dibeli. Penyimpanan di kulkas dianjurkan untuk menjaga kesegaran, terutama pada buah dengan kadar air tinggi.

3. Buah Kulit Tebal

Buah dengan kulit tebal seperti semangka, melon, dan nanas cenderung lebih tahan terhadap perubahan lingkungan sebelum dipotong. Kulitnya berfungsi sebagai pelindung alami.

Namun, setelah dipotong atau dikupas, buah harus segera disimpan dalam wadah tertutup di kulkas untuk mencegah kontaminasi dan menjaga kesegarannya.

4. Buah Beri

Buah beri seperti stroberi, raspberry, dan blueberry memiliki tekstur lembut dan kadar air tinggi sehingga rentan rusak. Jenis ini sebaiknya disimpan dalam kondisi kering dan tidak dicuci terlebih dahulu.

Gunakan wadah dengan sirkulasi udara yang baik dan lapisi dengan tisu agar kelembapan terserap dan buah tidak cepat berjamur.

Tips Menyimpan Sayuran Agar Tahan Lama

  • Kangkung: Simpan dalam kondisi kering, bungkus dengan kertas atau tisu, lalu masukkan ke kulkas. Hindari mencuci sebelum disimpan.
  • Bayam: Simpan dalam wadah tertutup dengan alas tisu dan letakkan di bagian chiller.
  • Pakcoy: Bungkus dengan plastik berlubang agar tetap ada sirkulasi udara.
  • Wortel: Potong bagian daun, simpan dalam wadah tertutup, atau rendam dalam air agar tetap renyah.
  • Kentang: Simpan di tempat kering dan gelap, jangan di kulkas agar tidak cepat bertunas.
  • Tomat: Simpan di suhu ruang saat belum matang, lalu pindahkan ke kulkas setelah matang.
  • Cabai: Simpan dalam wadah kedap udara dengan tambahan tisu agar tidak lembap.

Tips Menyimpan Buah Agar Tahan Lama

  • Pisang: Simpan di suhu ruang dengan cara digantung dan jauhkan dari buah lain.
  • Apel: Simpan di kulkas dalam kantong plastik berlubang.
  • Jeruk: Letakkan di rak kulkas tanpa dicuci terlebih dahulu.
  • Mangga: Matangkan di suhu ruang, lalu simpan di kulkas.
  • Anggur: Simpan dalam wadah tertutup dan jangan dicuci sebelum dikonsumsi.
  • Stroberi: Simpan dalam wadah terbuka dengan alas tisu.

Tips Tambahan Agar Sayur dan Buah Lebih Awet

  • Pisahkan berdasarkan gas etilen: Buah seperti pisang dan apel menghasilkan gas etilen yang dapat mempercepat pembusukan bahan lain.
  • Gunakan wadah yang tepat: Wadah kedap udara membantu menjaga kelembapan, tetapi beberapa bahan tetap membutuhkan ventilasi.
  • Jangan langsung dicuci: Mencuci sebelum penyimpanan dapat meningkatkan kelembapan dan memicu jamur.
  • Atur suhu kulkas: Suhu ideal penyimpanan sayur dan buah berkisar antara 1-4°C.

Data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan bahwa pengelolaan pangan rumah tangga yang kurang tepat berkontribusi pada meningkatnya limbah makanan. Kesalahan penyimpanan juga dapat menyebabkan penurunan nutrisi, perubahan tekstur dan rasa, pertumbuhan mikroorganisme, hingga pemborosan bahan pangan.

(iqk/iqk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads