Salah satu kudapan khas Kabupaten Kuningan yang patut dicoba adalah kupat tahu Cilimus. Gerai yang paling legendaris di wilayah ini adalah Kupat Tahu Mang Agus, yang berlokasi tepat di samping Pasar Cilimus, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan.
Siang itu, di tengah keriuhan aktivitas Pasar Cilimus, Rizki (21) tampak sibuk melayani para pelanggan. Pemuda yang merupakan generasi kedua pengelola Kupat Tahu Mang Agus ini dengan sigap menyajikan deretan ketupat, tahu goreng dadakan, serta siraman bumbu kacang yang menggugah selera.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sembari melayani pembeli, Rizki menjelaskan usaha kupat tahu ini telah dirintis ayahnya, Agus, sejak era 1990-an. Kala itu, sang ayah memulai usahanya dengan cara berkeliling di area pasar yang lokasinya masih berdampingan dengan Terminal Cilimus.
"Iya, sudah turun-temurun. Awalnya dari bapak, sekarang juga jualan. Ada 20 tahunan lebih mah. Sejak terminal Cilimus masih di sini saja. Dulunya kan ini pasar ada di bagian belakang. Awalnya jualan keliling tapi jualannya masih di sekitar sini saja," tutur Rizki.
Rizki memaparkan kupat tahu miliknya memang sekilas mirip dengan hucap (tahu kecap), terutama pada penyajiannya yang sederhana. Hidangan ini terdiri dari tahu, kecap, ketupat, serta bumbu kacang. Meski terlihat sederhana, Rizki menegaskan bahwa bahan-bahan yang digunakan merupakan komponen pilihan.
Kupat Tahu Cilimus Mang Agus. (Foto: Fahmi Labibinajib/detikJabar) |
Ia menjelaskan ketupat yang digunakan memiliki spesifikasi khusus yang berbeda dari ketupat pada umumnya. Menurutnya, ketupat untuk kupat tahu memiliki tekstur yang lebih kenyal dan daya simpan yang lebih lama. Sementara itu, tahu yang disajikan selalu digoreng secara dadakan guna menjaga cita rasa gurih yang optimal saat disantap.
"Kayak lebih kenyal untuk kupatnya itu. Terus juga untuk kupatnya memang kita beli khusus. Dari bentuknya juga sudah beda. Ini lebih kecoklatan. Untuk bumbunya kita pakai bumbu kacang yang didalamnya ada campuran gula, asinan. Untuk perbedaanya mah di asalnya, kalau Hucap itu khas Kuningan di mana-mana ada. Tapi kalau kupat tahu spesifik daerah Kuningan Cilimus. Sama mungkin di kuah kacangnya lebih encer," tutur Rizki.
Perpaduan antara ketupat yang kenyal, bumbu kacang yang gurih, serta manisnya kecap menciptakan sensasi rasa yang memanjakan lidah. Apabila ditambah dengan sambal, perpaduan rasa pedas dan manis akan langsung terasa meresap saat dinikmati.
Rizki menambahkan gerai Kupat Tahu Mang Agus beroperasi selama 24 jam penuh. Dengan harga Rp 15.000 per porsi, dalam sehari ia mampu menjual ratusan porsi kupat tahu dengan omzet mencapai jutaan rupiah.
"Buka 24 jam. Pakenya sistem shift, gantian kalau siang yang jualan saya, kalau pagi orang tua. Saudara juga ikut jualan. Harganya Rp 15.000 untuk seporsi, tapi kalau mau setengah porsi juga bisa Rp 10.000. Sehari bisa habis 200 porsi mah ada, " tutur Rizki.
Bagi Anda yang ingin mencicipi kelezatan kupat tahu khas Cilimus Kuningan, Anda dapat langsung mengunjungi lokasinya di Jalan Raya Cilimus, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan.
(orb/orb)

