Asap tipis dari panggangan mengepul di balik dapur, mengiringi aroma daging bakar yang menyeruak kemudian. Irisan demi irisan daging tersebut ditata ke atas piring, menanti untuk berpindah tangan ke pengunjung yang datang.
Di area tersebut, tamu dapat menemukan beragam hidangan khas Asia seperti yakitori, galbi, aneka sayuran khas Korea Selatan, hingga semangkuk Midnight Dry Ramen berwarna hitam yang mencuri perhatian sepanjang malam.
Tak jauh dari area tersebut, Sheraton Bandung Hotel & Towers menghadirkan pilihan hidangan dengan karakter yang serupa tapi tak sama. Mulai dari roasted prime ribs yang diiris langsung, mushroom soup, lemon chicken, burger bite-sized, sushi, aneka salad dengan pilihan keju dan sliced meat, hingga deretan cake sebagai penutup santapan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua konsep kuliner tersebut dipertemukan dalam buffet dinner bertajuk Weekend Roasting Barbeque, hasil kolaborasi Sheraton Bandung Hotel & Towers dengan restoran Theo's Wife Lois. Program makan malam bertema Asian BBQ itu digelar pada 26-27 Juni 2026 dengan harga Rp348 ribu per orang.
Chef sekaligus Co-Founder Theo's Wife Lois, Dani Rustiandi, mengatakan kolaborasi ini menjadi pengalaman baru bagi restorannya. Selain menjadi kerja sama perdana dengan hotel, ini juga menjadi kali pertama Theo's Wife Lois menghadirkan konsep buffet di Bandung.
"Konsepnya adalah Asian BBQ. Ini adalah kali pertama kolaborasi di hotel dan di Bandung. Kami ingin membawa karakter Theo's Wife Lois ke dalam format buffet. Kami suguhkan menu-menu signature, hanya penyajiannya disesuaikan supaya cocok dinikmati dalam konsep buffet," ujar Dani pada detikJabar.
Dalam kesemapatan tersebut, Theo's Wife Lois membawa lebih dari 25 menu yang didominasi cita rasa Korea dan Jepang. Selain menu utama, tersedia pula berbagai pilihan banchan alias makanan pelengkap khas Korea, hingga aneka pickle yang menjadi pelengkap khas hidangan Asia Timur.
"Main course yang kami bawa sebagian memang sudah ada di restoran, tetapi karena tema besarnya Asian BBQ, kami sedikit twist dengan referensi masakan Korea dan dipadukan sentuhan Jepang. Total ada lebih dari 25 menu, dengan sekitar enam menu utama seperti yakitori, galbi, dan ramen," katanya.
Salah satu menu yang menjadi andalan adalah Midnight Dry Ramen. Berbeda dengan ramen pada umumnya, mie pada menu ini memiliki warna hitam pekat. Warna tersebut berasal dari penggunaan food grade charcoal dan disajikan bersama smoked duck sebagai pelengkap.
"Midnight Dry Ramen memang wajib dicoba karena itu signature kami. Namanya midnight karena warna mienya hitam, berasal dari food grade charcoal. Kami padukan dengan smoked duck sebagai side dish," tutur Dani.
Ketika dicicipi, mie tersebut bertekstur kenyal, berpadu serasi dengan bebek panggang yang disajikan. Daging bebeknya terasa sangay juicy, empuk dan gurih.
Selain ramen, Theo's Wife Lois juga menghadirkan beragam side dish khas Korea seperti kimchi, yeongeun jorim, sigeumchi namul, gamja jorim, hingga olahan akar lotus. Menurut Dani, hampir seluruh condiment dan pickle yang disajikan dibuat sendiri dengan sentuhan bahan-bahan lokal Indonesia.
"Semua condiment dan pickle kami buat sendiri. Jalapeno bahkan kami ganti menggunakan cabe gendot karena saya ingin mengeksplor bahan-bahan lokal. Rempah Indonesia itu sangat kaya, jadi kami coba memberikan sentuhan lokal," ujarnya.
Buffet Asian BBQ, kolaborasi Sheraton Bandung Hotel & Theo's Wife Lois. Foto: Nur Khansa Ranawati |
Untuk menyesuaikan konsep buffet, sejumlah menu signature Theo's Wife Lois juga dihadirkan dalam format berbeda. Tamu disambut welcome drink dan canape yang merupakan adaptasi dari menu ala carte restoran tersebut.
"Ada welcome drink, lalu canape yang berasal dari menu signature kami. Awalnya itu salmon poke bowl, tetapi di sini kami ubah menjadi one bite canape supaya lebih praktis," jelasnya.
Di sisi lain, Sheraton Bandung melengkapi pengalaman bersantap melalui beragam hidangan internasional. Roasted prime ribs dengan aneka saus menjadi salah satu menu unggulan.
Dani mengatakan, tidak ada menu baru yang secara khusus diciptakan untuk kolaborasi tersebut. Kedua tim lebih banyak menyusun perpaduan menu agar cita rasa dari masing-masing pihak dapat saling melengkapi dalam satu tema besar Asian BBQ.
"Tidak ada menu kolaborasi yang dibuat khusus dengan Sheraton. Kami lebih banyak berdiskusi soal pairing menu, mana yang cocok dipadukan dengan hidangan dari Sheraton dan mana yang saling melengkapi. Yang terpenting tema besarnya tetap Asian BBQ night," ungkapnya.
Selain makanan, Theo's Wife Lois juga membawa salah satu minuman andalannya, yakni mocktail coffee bernama Steve Jobs. Minuman berbahan dasar kopi arabika itu dipadukan dengan fermentasi apel sehingga menghasilkan rasa asam dan segar.
"Steve Jobs adalah mocktail coffee dari arabika yang kami mixing dengan fermentasi apel sehingga menghasilkan acidity yang khas. Semua ingredient kami buat sendiri," jelas Dani.
Bahkan, ia mengatakan, beberapa menu yang mengandung keju pun diganti dengan cure egg yolk sehingga memberikan karakter rasa yang untik.
Menghadirkan buffet di hotel untuk pertama kalinya menjadi tantangan tersendiri bagi tim Theo's Wife Lois. Menurut Dani, konsep buffet menuntut kecepatan penyajian tanpa mengurangi kualitas hidangan.
"Market Bandung juga cukup menantang. Kalau di restoran kami terbiasa ala carte, sedangkan di buffet semuanya harus lebih cepat tanpa mengurangi kualitas. Itu menjadi tantangan terbesar bagi kami. Tapi seru," pungkasnya.
(tya/Nur Khansa Ranawati)

