Roaster Ungkap Cara Ngopi Ramah Lambung, Cocok untuk Penderita GERD

Roaster Ungkap Cara Ngopi Ramah Lambung, Cocok untuk Penderita GERD

Nur Khansa Ranawati - detikJabar
Selasa, 07 Jul 2026 19:30 WIB
Roaster Kopi Vinka Eliza Putri
Roaster Kopi Vinka Eliza Putri (Foto: Nur Khansa Ranawati/detikJabar).
Bandung -

Minum kopi telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Namun, di balik kenikmatannya, tidak sedikit orang yang menghindari kopi karena khawatir dapat memicu naiknya asam lambung, terlebih bagi penderita gastroesophageal reflux disease (GERD).

Meski demikian, penderita GERD bukan berarti harus berhenti menikmati kopi sepenuhnya. Terdapat sejumlah siasat yang dapat dilakukan agar secangkir kopi menjadi lebih ramah bagi lambung.

Vinka Eliza Putri, seorang roaster kopi asal Jakarta yang telah lama berkecimpung di industri kopi, membagikan sejumlah tips ngopi yang lebih nyaman bagi penderita GERD.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Pilih Kopi Decaf

Vinka mengatakan bahwa kopi decaffeinated alias decaf bisa menjadi pilihan yang ramah lambung. Pasalnya, kadar kafein dalam jenis decaf sudah direduksi menjadi sangat rendah.

Menurutnya, saat ini kopi decaf sudah semakin mudah ditemukan, baik di kedai kopi maupun dijual dalam bentuk biji dan bubuk.

ADVERTISEMENT

"Kalau kopi yang aman sekarang itu sudah ada kopi decaf. Itu kopi yang sangat minim kafein, jadi aman buat penderita asam lambung," ungkap Vinka ketika ditemui detikJabar di sela Cup Taster Competition 2026 di Bandung, Selasa (6/7/2026).

Adapun kopi decaf adalah kopi yang telah melalui proses khusus untuk menghilangkan sebagian besar kandungan kafeinnya dari biji mentah sebelum disangrai. Kandungan kafein kopi decaf bisa berkurang hingga lebih dari 97%.

Oleh karena itu, kopi decaf dapat menjadi pilihan bagi penderita GERD yang masih ingin menikmati cita rasa kopi tanpa harus merasakan ketidaknyamanan pada lambung setelahnya.

2. Utamakan Arabika

Selain memilih kopi decaf, ia menyarankan agar penderita GERD memilih kopi jenis Arabika. Meski dikenal memiliki karakter rasa yang lebih asam, ia mengatakan, kandungan kafein kopi Arabika justru lebih rendah dibanding Robusta.

"Arabika memang karakternya itu lebih asam. Tapi untuk kadar kafeinnya sebenarnya lebih rendah dibanding Robusta," jelasnya.

Ia menjelaskan, masih banyak orang yang beranggapan bahwa rasa asam pada Arabika membuatnya kurang cocok bagi penderita GERD. Padahal, menurutnya, yang lebih berpengaruh terhadap kondisi lambung adalah kadar kafein yang dikonsumsi.

Karena itu, Arabika dinilai menjadi pilihan yang lebih ramah bagi penderita GERD dibandingkan Robusta. Meski demikian, konsumsi kopi tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan tubuh masing-masing karena setiap orang memiliki tingkat toleransi yang berbeda.

3. Hindari Kopi Robusta

Sebaliknya, Vinka menyarankan agar penderita GERD mengurangi atau menghindari kopi Robusta. Menurutnya, jenis kopi ini memiliki kandungan kafein yang lebih tinggi sehingga lebih berpotensi memicu keluhan pada lambung.

"Robusta dia punya rasa yang pahit dan kafeinnya lebih tinggi. Lebih baik hindari Robusta kalau punya asam lambung," paparnya.

Selain kadar kafein yang tinggi, Robusta juga memiliki karakter rasa yang lebih pahit dibandingkan Arabika. Oleh karena itu, apabila memiliki pilihan, penderita GERD sebaiknya lebih mengutamakan Arabika atau kopi decaf.

4. Kurangi Susu dan Gula

Tak hanya jenis biji kopi, Vinka juga mengingatkan pentingnya memperhatikan bahan tambahan dalam secangkir kopi. Menurutnya, banyak orang mengira kopi susu lebih aman bagi lambung.

Padahal, kandungan susu dan gula yang tinggi justru dapat menjadi penyebab rasa tidak nyaman setelah minum kopi bagi penderita asam lambung.

"Sekarang kan yang tren itu es kopi susu. Justru kadang yang menganggu (pencernaan) itu kalau kita sering minum kopi susu karena banyak gulanya," ungkap Vinka.

Karena itu, ia menyarankan agar penderita GERD mengurangi penggunaan pemanis tambahan saat menikmati kopi. Jika memungkinkan, pilih kopi tanpa gula atau hanya menggunakan sedikit pemanis.

Selain itu, Vinka juga merekomendasikan kopi filter berbahan Arabika sebagai pilihan yang lebih ramah bagi lambung.

"Untuk lebih amannya sih saya sarankan untuk memilih kopi filter Arabika karena kafeinnya lebih rendah, juga tanpa susu dan tanpa gula," katanya.

5. Hindari Ngopi Saat Perut Kosong

Tips terakhir yang dibagikan Vinka adalah menghindari minum kopi ketika perut masih kosong. Ia mengaku selalu menerapkan kebiasaan tersebut karena dirinya juga merupakan penderita GERD, terutama saat harus mengikuti kegiatan yang mengharuskannya mencicipi banyak sampel kopi.

"Kebetulan saya juga penderita GERD juga. Jadi kalau mau ikut kompetisi kopi seperti ini pasti saya makan dulu sejam atau dua jam sebelumnya," ungkapnya.

Menurutnya, makan terlebih dahulu sebelum minum kopi dapat membantu mengurangi risiko munculnya rasa tidak nyaman pada lambung.

Meski demikian, ia menekankan bahwa setiap orang memiliki tingkat sensitivitas yang berbeda terhadap kafein. Karena itu, penderita GERD tetap perlu mengenali kondisi tubuhnya masing-masing dan tidak mengonsumsi kopi secara berlebihan.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Ketagihan Bermain Drift Trike yang Seru di Kota Bandung"
[Gambas:Video 20detik]
(mso/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads